Tuesday, August 8, 2017

Veteran Perang Dunia II Ini Putuskan Makara Transgender Di Usia 90 Tahun

Veteran PD II jadi trasgender (Foto: mirror.co.uk)

Transgender yaitu sebuah istilah untuk seseorang yang berpenampilan dan berprilaku berbeda atau tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Transgender mampu terjadi alasannya yaitu beberapa alasan mampu alasannya yaitu lingkungan sosialnya atau juga alasannya yaitu bawaan dari semenjak kecil dan tidak mendapat perhatian lanjut dari kedua orang tuanya.

Seperti yang terjadi pada seorang veteran Perang Dunia II ini yang memutuskan untuk melaksanakan transisi menjadi perempuan di umur yang sudah tidak muda lagi. Ia melaksanakan transisi menjadi perempuan di usianya yang sudah menginjak 90 tahun.

Seorang transgender berjulukan Patricia Davies mengaku bahwa ia merasa dirinya yaitu seorang perempuan semenjak ia beruumur 3 tahun. Namun ia tetap menjalani kehidupannya sebagai seorang laki-laki yang sering dipanggil dengan nama Peter.

(Foto: mirror.co.uk)

"Aku sadar kalau gua adal seorang transgender semenjak berusia 3 tahun , gua lebih memilih dipanggil Patricia dibanding Peter" terang Patricia Davies , ibarat dilansir mirror.co.uk.

Dulu ia pernah menjadi anggota tentara Inggris pada tahun 19945-1948 , setelah final menjalani masa dinasnya ia lebih tertarik pada dunia fotografi.

Nyonya Davies panggilannya untuk ketika ini mengaku bahwa dirinya dulu sangat takut untuk membuka dirinya sebagai seorang perempuan , sampai beliau tetap menjalani untuk tetap sebagai seorang laki-laki. Bahkan ia sempat menikah dengan seorang perempuan pada ketika usianya menginjak 21 tahun.

(Foto: mirror.co.uk)

Setelah 40 tahun usia pernikahannya ia mengaku kepada sang istri dan membuka gendernya sebagai seorang perempuan , Istrinya pun merasa simpatik dan membantu Nyonya Davies untuk melaksanakan transisi gendernya.

Pada ketika setelah sang istri meninggal ia mulai mencoba menggunakan sepatu hak tinggi milik mendiang sang istri di hadapan umum , namun ia sempat mendapat respon yang tidak menyenangkan dari masyarakat sekitar.

Namun hal tersebut membuat Nyonya Davies makin mantap melaksanakan transisi menjadi seorang perempuan dengan banyak sekali terapai estrogen untuk menunjang transisi gendernya. Ia pun sekarang sudah mulai terbuka perihal transisi gendernya kepada saudara , sahabat erat dan para tetangganya.