Sunday, November 26, 2017

Bloody Mary, Cerita Misteri Hantu dalam Cermin

ulangDi negara-negara barat (khususnya Inggris dan Amerika) ada satu cerita misteri yang berkembang di kalangan masyarakat. Sebagai analogi, jikalau di negeri kita ada Jaelangkung, nah di sana ada kisah Bloody Mary.

Saat bermain "jaelangkung" kita akan menyebut mantra, "Datang nggak dijemput, pulang nggak diantar." Sementara untuk memanggil "Bloody Mary" harus mengucap, "Mary Worth, Mary Worth, I believe in Mary Worth" secara berulang-ulang, aturan dasar 3 kali memanggilnya, namun sebut terus berulang-ulang hingga mencicipi abnormalitas dari dalam cermin.

Siapakah Bloody Mary atau Mary Worth? OK, urban legend ini berawal dari kisah berikut. Suatu ketika, hiduplah seorang gadis muda berjulukan Mary Worth. Parasnya sangat cantik. Banyak cowok yang menaksirnya.

Suatu hari Mary Worth mengalami kecelakaan sehingga wajahnya hancur, tak mampu dikenali lagi. Oleh orang tuanya, ia tidak boleh melihat cermin biar tidak duka sebab wajahnya sudah tak ada bentuknya. Padahal ketika masih "sempurna" Mary Worth sering mengagumi wajahnya di depan cermin.

Suatu malam, setelah semua orang di rumah tidur, ia sangat penasaran bercermin. Mary pun menuju kamar yang ada cerminnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat wajah yang hancur ketika berkaca. Mary eksklusif menghancurkan cermin tersebut dan teriak sekeras-kerasnya. Saat itulah ia menjadi sangat kecewa dan meratapi wajah cantiknya yang dulu. Aneh, Mary eksklusif berjalan ke dalam cermin dan tinggal di dalamnya. Ia akan muncul ketika ada orang yang memanggil namanya lewat cermin... dan mengambil mata orang yang memanggilnya.

ulang
Cerita ini seolah takhayul belaka. Namun, ada beberapa laporan yang beredar soal penampakan Mary Worth ketika mencoba memanggilnya.

Perkembangan Kisah Bloody Mary
Urban legend perihal Bloody Mary sudah berkembang semenjak berabad-abad. Perkembangan ceritanya sangat beragam. Misalnya saja di awal kala 20 sempat beredar kartu Halloween yang menggambarkan seorang gadis bangun di depan cermin sambil memegang lilin. Kepercayaan yang beredar ketika itu adalah, gadis-gadis muda yang bangun di depan cermin ketika hari Halloween mampu melihat calon suaminya kelak.

ulang

Versi lain dari kala ke-19, tepatnya dari buku dongeng yang beredar di tahun 1883. Dikisahkan perihal seorang gadis yang bangun di depan cermin, tiba-tiba munculasap hijau nan pekat dari dalam cermin, diikuti kemunculan hantu yang sudah bangun di belakang sang gadis.

Kisah perihal Bloody Mary semakin populer semenjak tahun 1960-an hingga hasilnya bermunculan komik dan film tentangnya. Tetapi kisah soal si Mary jadi banyak versinya. Salah satunya film "Urban Legends: Bloody Mary" di tahun 2005 yang menceritakan kisah sungguh jauh berbeda. Bagaimanapun, Bloody Mary akan tetap jadi dongeng yang terus "menghantui" anak-anak, apalagi bagi mereka yang penasaran ingin bermain dengan sang hantu cermin.