Thursday, November 23, 2017

Misteri Ka’bah yang Telah Menggegerkan NASA

NeilNeil Amstrong telah pertanda bahwa kota Mekah yakni sentra dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melaksanakan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, ia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik peniadaan website tersebut.

Setelah melaksanakan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan yakni radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan saat mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang berjulukan ‘Zero Magnetism Area’, artinya yakni apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya bila seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh karena itu lah saat kita mengelilingi Ka’Bah, maka seperti diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini yakni fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Neil

Neil
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa watu Hajar Aswad merupakan watu tertua di dunia dan juga mampu mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah kepingan watu tersebut (dari Ka’Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”

source