Friday, December 8, 2017

Barcode Lambang Setan ???

Polemik mengenai Barcode (Kode garis-garis batangan) dihubungkan dengan angka 666 sebagai simbol Iblis, sudah menjadi perdebatan banyak sekali kalangan selama puluhan tahun. Ya, semenjak pernyataan Mary Stewart Relfe, PhD dalam bukunya 666 The New Money System; 1982.

Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, semenjak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait dekat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia.

Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu diam-diam paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.

Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di banyak sekali produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.

Mary Stewart Relfe
Mary Stewart mampu dibilang cukup gigih melancarkan serangan terhadap banyak sekali simbol yang menurutnya bekerjasama dengan konspirasi organisasi penyembah iblis.


Ia mulai meluncurkan buku pertamanya When Your Money Fails tahun 1981 dan diikuti dengan buku kedua The New Money System (1982). Sebenarnya masih ada lagi karya Mary lainnya ialah Y2K dan 9/11 yang semuanya masih berbicara perihal wangsit yang sama: konspirasi penyembah iblis.

Mary menyatakan banyak dari logo pemerintahan Amerika Serikat yang menyiratkan simbol 666. Bahkan menurutnya logo Trilateral Commission juga menyerupai dengan simbol 666.


Di tahun 80-an, serangan Mary mengarah pada lagu Sex Pistols Anarcy in the U.K. sebagai bukti kerajaan Setan sedang mengambil alih kuasa dunia, terutama lewat larik pertama pada lagu tersebut: "I am the Antichrist."

Ada tiga tahapan yang menurut Mary sebagai upaya konspirasi untuk menguasai dunia, yaitu:
1. tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal gerakan organisasi konspirasi "setan".
2. Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem bantuan angka secara universal. Penggunaan barcode semakin meluas, diterapkan kemudian pada kartu-kartu cerdik menyerupai Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya.
3. Tahap ketiga (tanpa tahun; sedang berlangsung?) meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berkhasiat untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya mampu dijadikan senjata bagi Konspirasi.