![]() |
| (foto: International Business Times) |
Estonia akan menjadi negara pertama yang menguji jaringan 5G potensial , generasi kelima dari teknologi jaringan seluler yang belum terdefinisi sebelumnya.
Mengutip International Business Times , Senin (9/2/2015) , operator seluler EMT , yang dimiliki grup TeliaSonera Swedia , berencana untuk memiloti teknologi 5G pada tahun 2016 mendatang.
"Teknologi internet seluler terbaru rata-rata keluar setiap sepuluh tahun , dan ini mungkin akan terjadi dengan 5G juga ," ujar administrator EMT teknologi , Tiit Tammiste.
"5G memungkinkan lebih banyak perangkat untuk berinteraksi satu sama lain. Kami telah melihat kelahiran dari Internet of Things yang berbasis pada 4G , namun pada beberapa titik mereka (4G) tidak akan cukup dan 5G akan diperkenalkan ," tambah Tiit.
Tekonologi 5G menjanjikan sebuah inovasi yang disebut Tactile Internet , sebuah inovasi yang dapat mengirimkan data konkret virtual pada jaringan seluler secara real time.
Rencana EMT secara teoritis untuk jaringan 5G akan memperlihatkan kecepatan mendownload sampai 100Gbps , meskipun sejauh ini kecepatan terakhir yang sedang diuji mencapai 4 ,4Gbps.
