Sunday, December 3, 2017

Kecintaan 4 Warga Negara Asing Ini Terhadap Indonesia Lebih Besar daripada Anda

Robin Lim

Pernahkah Anda berpikir seberapa besarnya rasa cinta Anda terhadap Indonesia? Jika kecintaan Anda terhadap Indonesia sangat besar , apa saja pengabdian Anda yang sudah Anda lakukan untuk Indonesia? Jangan pernah bilang Anda mencintai Indonesia sebelum melaksanakan sesuatu untuk negara ini.

Sebagai orang asli Indonesia , kita sudah seharusnya mencintai negara kita sendiri dengan sepenuh hati. Buktikan rasa cintamu dengan melaksanakan pengabdian yang memiliki kegunaan bagi negara dan bangsa. Seperti beberapa warga negara absurd ini , yang rasa kecintaannya terhadap Tanah Air mungkin lebih besar daripada Anda.

Meski mereka orang absurd , bukan penduduk asli Indonesia , tetapi jangan remehkah pengabdian yang sudah mereka lakukan untuk negara kita Indonesia. Siapa sajakah mereka? Dilansir dari aneka macam sumber , berikut beberapa warga negara absurd yang sangat mencintai Indonesia lebih besar daripada Anda.

4. Robin Lim

(foto: Reuters)

Robin Lim dianggap sebagai malaikat penolong bagi keluarga miskin , khususnya bagi ibu hamil. Meski ia lahir di Arizona , AS , ia yakni bukti faktual dari seorang RA Kartini. Tanpa pamrih , ia menolong setiap ibu hamil yang hendak melahirkan secara gratis alias tak perlu bayar sepeser pun.

Selama dua dekade ia tinggal di Bali dan telah banyak membantu proses persalinan ibu hamil. Menurutnya , banyak ibu hamil yang meninggal karena kondisi perekonomiannya kurang memadai serta asupan gizi yang kurang. Karena alasan itulah , ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membantu orang yang kesusahan.

Berkat pengabdiannya itu , Robin Lim pernah mendapat gelar kemanusiaan , salah staunya yakni Hero 2011 oleh CNN.

3. Andre Graff

(foto: brilio.net)

Andre Graff yakni seorang warga negara Prancis yang tinggal di Sumba Barat , Nusa Tenggara Timur. Di sana ia dipanggil dengan nama Andre Sumur , karena pria itu sering menggali sumur bagi warga setempat.

Berawal dari perjalanan wisata , hati Andre mulai tersentuh ketika melihat penduduk Sumba kesulitan menerima air bersih. Oleh karena itu , ia mendedikasikan hidupnya untuk menggali sumur bagi warga , dan semenjak ketika itu ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia.

Sampai sekarang , Andre sudah membuat puluhan sumur semoga penduduk setempat bisa dengan mudah menerima air yang bersih.

2. Gavin Birch

Gavin yang berbaju kuning (foto: viva.co.id)

Gavin Birch merupakan seorang pengusaha yang sukses di Australia , ia juga memiliki cabang di Bali. Kecintaan pria kelahiran Selandia Baru itu terhadap Indonesia mulai tumbuh ketika melihat sampah acak-acakan di Pantai Senggigi di Lombok.

Menyayangkan pantai seindah itu diluputi sampah , Gavin tak tinggal membisu dan memutuskan untuk membersihkannya sendirian. Oleh alasannya yakni itu , ia dikenal sebagai turis pemungut sampah yang baik hati. Dalam usahanya menjaga pantai Lombok bebas dari sampah , ia bahkan rela menjual rumahnya di Australia dan Bali demi tinggal di Lombok.

Melansir KapanLagi.com , selama tinggal di Lombok , Gavin menikahi penduduk setempat berjulukan Siti Hewa. Bahkan ia telah berpindah iktikad menjadi seorang muslim dan mengganti namanya menjadi Husin Abdullah.

Pada tahun 2010 lalu , Gavin menghembuskan nafas terakhirnya. Jasanya untuk kebersihan salah satu pulau paling eksotis di Indonesia terlalu besar.

1. Carlos Ferrandiz

(foto: KapanLagi.com)

Bagi Carlos , Indonesia bukan sekedar kawasan yang menyimpan banyak keindahan alam. Pria asal Spanyol itu begitu mencintai Indonesia dan telah banyak melaksanakan pengabdian terhadap tanah air , terutama di sektor pendidikan.

Kualitas pendidikan yakni hal utama yang paling disorot Carlos. Dia menganggap kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Sumbawa sangat memprihatinkan. Oleh alasannya yakni itu , ia memutuskan untuk tinggal di Sumbawa sambil mengajarkan bahasa Inggris kepada bawah umur di sana.

Kelas bahasa Inggris yang ia buka bisa diikuti siapa saja bagi mereka yang ingin mencar ilmu berbahasa Inggris. Yang lebih baiknya lagi , kelas itu gratis bagi bawah umur kurang mampu.