Sunday, December 3, 2017

Makam 'Wanita Super' Dari Zaman Dinasti Ming Ditemukan Dipenuhi Dengan Emas

(foto: Daily Mail)

Sebuah makam yang menceritakan seorang 'wanita super' dari zaman Dinasti Ming ditemukan di Nanjing , China. Makam tersebut juga dipenuhi dengan suplemen berharga.

Di situs pemakaman berumur 500 tahun itu terdapat dua goresan pena watu nisan yang menceritakan kehidupan sosok wanita super berjulukan Lady Mei , mantan selir yang digambarkan sebagai wanita kotor dan berantakan.

Selama hidupnya , Lade Mei berusaha mengatasi latar belakangnya yang acak-acakan menjadi seorang penasehat paling besar lengan berkuasa kepada anaknya , seorang adipati provinsi dan pujian kaisar China kala itu.

Seperti dilansir Daily Mail , pertama kali ditemukan pada tahun 2008 , goresan pena dalam watu nisan tersebut gres diterjemahkan dan diterbitkan dalam Jurnal Peninggalan Budaya China. Tertulis dalam watu nisan tersebut , Lady Mei meninggal pada tahun 1474 pada usia 45 tahun.

Dalam makam Lady Mei , peneliti juga menemukan gelang emas , sebuah kotak , dan jepit rambut yang terbuat dari emas. Selain itu , pemakaman ini juga dihiasi dengan watu permata , termasuk pirus , safir dan rubi. Itu menunjukkan bahwa Lady Mei memiliki status sosial yang tinggi.

Lady Mei yaitu salah satu dari tiga istri Mu Bin , Adipati dari Qian yang memerintah Yunan , menurut LiveScience. Dia berusia 15 tahun saat menikah , sementara suaminya berusia 30 tahun lebih renta darinya.

Kakek Lady Mei. Cheng , yaitu seorang jenderal besar yang selalu memenangkan setiap pertempuran dan diberikan kekuasaan yang memimpin lebih dari 1.000 rumah tangga.

Ketika sang suami meninggal , Lady Mei menjadi seorang ibu tunggal untuk anaknya yang berjulukan Mu Zhong yang gres berusia 10 bulan saat itu. Kemudian , Lady Mei memperlihatkan pendidikan militer kepada anaknya. Dia mendesak sang anak untuk berguru kehidupan yang keras.

Menurut New Historian , alasan mengapa Lady Mei dikuburkan di Nanjing , sebab mampu jadi kota tersebut yaitu ibukota pertama dari kaisar Ming pertama , Zhu Yuanzhang.

Pada hari kematian Lady Mei , semua orang dari Yunan , prajurit militer dan warga sipil berkabung dan berduka menyerupai Lady Mei yaitu orangtua mereka sendiri.

Para peneliti mengatakan jasad Lady Mei hancur sebab air , tetapi mereka juga mengatakan bahwa kerangka sang selir masih utuh.