Friday, March 23, 2018

Awas Makan Junk Food Bisa Membuat Kamu Menjadi Idiot

Ilustrasi (foto: beforeitsnews.com)

Para peneliti di Universitas Negeri Oregon mengatakan diet yang tinggi akan lemak dan gula dapat menjadikan berkurangnya fleksibilitas kognitif atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam mengubah situasi.

Seperti dilansir Elite Daily (8/7/2015) , penelitian yang diterbitkan dalam Neuroscience itu melibatkan tikus sebagai materi penelitian di laboratorium yang diberi makan makanan yang mengandung lemak dan gula.

Selama empat ahad kesudahannya bervariasi. Para peneliti menemukan korelasi yang terang antara tingkatan aneka macam variasi basil usus dan kemampuan kognitif masing-masing tikus.

Untuk yang tidak terbiasa , basil usus atau flora usus itu cukup baik untuk Anda. Hal itu dikarenakan basil usus bisa mencerna makanan dan meningkatkan fungsi otak.

Di sisi lain , makanan berlemak dan bergula dengan tingkat probiotik tertentu dapat mengarah ke melemahnya kemampuan untuk menyesuaikan diri di sebuah lingkungan yang berubah , menurut para peneliti.

"Bakteri dapat melepaskan senyawa yang bertindak sebagai neurotransmitter , merangsang saraf sensorik atau sistem kekebalan badan dan memepngaruhi aneka macam fungsi biologis ," kata Kathy Magnusson , seorang profesor di Universitas Negeri Oregon.

"Pekerjaan ini menyampaikan bahwa lemak dan gula dapat mengubah sistem basil sehat Anda , dan itulah salah satu alasan mereka (junk food) bukan makanan yang baik untuk Anda ," tambah Kathy.