Saturday, March 24, 2018

Festival-Festival Berdarah Paling Sadis Bantai Hewan Secara Brutal

Festival pembantaian paus di Denmark (foto: Metro)

Bila pameran berkesan sangat menyenangkan dan mampu membawa suka cita bagi siapa saja yang mengikutinya , maka berbeda dengan festival-festival berdarah ini yang malah membawa kesedihan dan kecaman dari banyak orang.

Disebut berdarah , alasannya ialah festival-festival ini melibatkan pembantaian hewan secara brutal dan sadis. Tak tanggung-tanggung , ratusan sampai puluhan ribu hewan dibunuh begitu saja hanya untuk kesenangan semata.

Berikut berhasil merangkum beberapa pameran paling berdarah yang membantai hewan secara sadis dan tak berperasaan.

3. Festival Yulin , bantai ribuan anjing untuk dimakan

(foto: BBC)

Di Kota Yulin , China , suka diadakan pameran tahunan yang melibatkan penyembelihan sekitar 10 ribu anjing untuk dimakan dagingnya.

Festival kontroversi ini rupanya sudah berlangsung sekitar 400 atau 500 tahun yang lalu di China. Warga sekitar percaya bahwa dengan memakan daging anjing dapat menangkal hawa panas dikala trend panas tiba.

Anjing-anjing yang akan disembelih dibawa sejauh 1.000 mil dari Kota Yulin. Dalam perjalanan anjing akan diletakkan dalam sangkar kawat dan bahkan tidak diberi makan ataupun minum selama berhari-hari.

Karena pameran ini dianggap tidak berperasaan dan menyiksa hewan , banyak penggagas pecinta hewan yang mengecam pameran ini. Bahkan , beberapa orang rela membeli anjing demi menyelamatkan mereka dari penyembelihan. Seperti yang dilakukan Yang Xiaoyun yang membeli 100 anjing seharga USD 1.000 atau sekitar Rp 14 juta.

2. Festival Gadhimai , penggal ratusan ribu hewan untuk persembahan

(foto: Daily Mail)

Di Nepal ada sebuah pameran paling berdarah yang disebut Festival Gadhimai , yang merupakan pameran pembantaian ratusan ribu hewan untuk persembahan dewi dalam anutan agama Hindu.

Tercatat , ada lebih dari 500.000 kerbau , kambing , ayam dan hewan lainnya dipenggal pada tahun 2009 dan 250.000 hewan pada tahun 2014.

Jutaan orang hadir untuk menyaksikan pameran yang berlangsung selama dua hari ini ketika hewan dipenggal secara brutal. Biasanya , pameran ini diselenggarakan di Kuil Gadhimai di Nepal.

Namun baru-baru ini , pemimpin agama di Nepal memutuskan untuk menghentikan pameran berdarah yang sudah berlangsung selama berabad-abad ini.

1. Festival pembantaian ratusan paus di Kepulauan Faroe

(foto: Metro)

Lebih dari 250 ekor ikan paus dibantai secara massal di Kepulauan Faroe , Denmark. Pembantaian brutal ini merupakan tradisi tahunan yang sudah berlangsung selama berabad-abad.

Ratusan paus akan digiring ke pantai oleh para nelayan dengan menggunakan perahu motor. Kemudian , ratusan penduduk yang berada di pesisir pantai sudah bersiap untuk membunuh paus-paus tersebut dengan menggunakan pisau atau tombak.

Seketika , air laut berubah jadi merah yang berasal dari darah ratusan paus yang dibunuh. Menurut mereka , dengan membunuh ikan paus dapat menunjukan bahwa mereka keren.