Sunday, April 22, 2018

Kisah Ibu Dan Anak Tanpa Tangan Ini Akan Menggetarkan Hati Anda

Linda Bannon dan anaknya Timmy

Bayangkan jikalau Anda terlahir tanpa kedua tangan , pastinya Anda akan kesulitan melaksanakan segala sesuatu. Namun bagi ibu dan anak ini , tidak memiliki kedua tangan bukanlah halangan bagi mereka untuk tetap beraktivitas dan hidup bahagia.

Linda Bannon , seorang ibu berusia 36 tahun terlahir dengan kelainan genetik yang disebut sindrom Holt-Oram , yang menghipnotis jantung dan menimbulkan kelainan pada rangka. Meskipun hidunya sulit , Linda sadar bahwa ia masih memiliki anggota badan lainnya yang masih mampu digunakan , yaitu kaki.

Sejak berusia 12 tahun , ia sudah pintar menggunakan kakinya sebagai tangan. Dia mampu melaksanakan banyak hal walau dengan hanya dengan menggunakan kakinya , menyerupai berenang , menjahit , menulis dan bermain gitar.

Ketika sampaumur , Linda dipertemukan dengan seorang pria yang akan jadi suaminya kelak. Dia ialah Rick , seorang buruh di sebuah rumah sakit di Chicago.

Sejak pertama kali bertemu di gym , mereka terus melaksanakan pendekatan untuk saling mengenal satu sama lain , hingga karenanya mereka menjalin korelasi asmara.

Tak lama kemudian , mereka memutuskan untuk membangun sebuah keluarga dan menikah. Sayangnya , anak mereka nantinya kemungkinan besar akan terlahir tanpa tangan , mewarisi genetik ibunya.

Kenyataannya memang benar , Linda melahirkan seorang anak laki-laki berjulukan Timmy yang sama terlahir dengan kelainan Holt-Oram , di mana ia tidak memiliki kedua tangan.

Keluarga Bannon

Tahu bagaimana rasanya tidak punya tangan , Linda mengajarkan anaknya bagaimana cara menggunakan kaki semenjak kecil. Timmy yang sekarang sudah berusia 9 tahun memang mewarisi kelainan genetik yang dimiliki ibunya , tapi ia juga mewarisi semangat ibunya untuk tidak mengalah pada kehidupan ini.

Dia terus berusaha melatih kakinya sebagai tangan , menyerupai makan , menulis , dan melaksanakan banyak hal lainnya.

Sewaktu di sekolah , Linda sering diejek oleh teman-teman sekelasnya. Namun ia tidak berkecil hati dan tetap tersenyum alasannya ialah ia besar hati berbeda dari orang lain.

Banyak orang yang merasa jijik kepadanya alasannya ialah menggunakan kakinya sebagai tangan. Namun Linda menyikapinya dengan tegas dan mengatakan kepada mereka bahwa keterbatasan fisik yang dimiliknya tidak menghalanginya untuk sama menyerupai orang lain.

Ajaran itu Linda berikan juga kepada Timmy. Mereka berdua hidup bahagia dan banyak melaksanakan kegiatan bersama , menyerupai berenang , melukis , makan , dan masih banyak lagi.

Bersama-sama , Linda ingin anaknya menjenjang sekolah hingga perguruan tinggi tinggi untuk menunjukan bahwa penyandang cacat juga memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan dan juga untuk meraih impiannya

Kisah hidup ibu dan anak ini patut kita tiru. Meski tidak memiliki tangan , mereka tetap bahagia alasannya ialah Yang Mahakuasa masih memberikannya kaki yang masih mampu ia gunakan. Mereka sadar bahwa dengan hidup mengeluh tidak akan mengubah apapun.