Beberapa iklan di Thailand terkenal sangat inspiratif dan menyentuh hati , hingga mampu membuat orang yang menontonnya menjatuhkan air mata.
Tak hanya sekedar memperkenalkan sebuah produk , tapi beberapa iklan ini juga ingin menawarkan pesan moral yang sangat berharga. Karena kisah dalam iklan-iklan ini begitu menyentuh , jutaan pasang mata di seluruh dunia hingga meneteskan air mata ketika melihatnya.
Berikut berhasil menghimpun beberapa iklan Thailand paling inspiratif dan menyentuh , yang telah membuat jutaan orang meneteskan air mata.
4. Kebaikan akan dibalas dengan cinta yang tulus
Video berdurasi 3 menit 5 detik ini menceritakan seorang pria yang sangat baik hati. Dia selalu membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan tanpa berharap imbalan.
Dalam narasi yang menyertai potongan video tersebut mengatakan , "Apa yang akan didapatkannya untuk apa yang dilakukannya setiap hari? Dia tidak akan menerima apa-apa , ia tidak akan jadi kaya , tidak akan tampil di TV , masih tidak diketahui. Apa yang didapatkannya yakni emosional. Dia yakni bukti positif dari kebahagaian. Meraih pemahaman yang lebih. Dia menerima cinta , sesuatu yang tak mampu dibeli dengan uang."
Kebaikan pria itu selama ini bukan dibalas dengan gelimbang harta , melainkan kasih sayang yang lapang dada dari orang-orang yang telah ditolongnya. Dia menerima cinta , sesuatu yang tidak mampu dibeli dengan uang sebesar apapun.
3. Sebuah derma kecil dapat mengubah hidupmu
Jangan sepelekan kekuatan dari memberi. Sekecil apapun derma Anda kepada orang lain , itu akan dibalas dengan sesuatu yang besar suatu ketika nanti.
Iklan yang satu ini menceritakan seorang anak kecil yang dimarahi seorang pemilik toko sebab tertangkap tangan mencuri obat untuk ibunya yang sakit. Melihat anak itu dimarahi , seorang pedagang terlihat tak tega dan menolong bocah itu dengan membelikan bocah itu obat dan juga memberikannya sekantung sayuran.
Tiga puluh tahun berlalu , pria yang menolong bocah tadi sudah mulai renta , kondisi kesehatannya juga sudah mulai menurun. Hingga suatu hari , ia tiba-tiba pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit.
Anaknya kebingungan dari mana ia harus membayar tagihan rumah sakit ayahnya yang menumpuk. Kemudian ia berbicara dengan seorang dokter wacana penyakit ayahnya.
Ketika berdiri , ia menemukan selembar kertas yang menunjukkan tagihan ayahnya sudah dibayar lunas. Dalam kertas tersebut juga terselip pesan yang mengatakan , "Tagihan sudah dibayar tiga puluh tahun yang lalu dengan tiga bungkus penawar rasa sakit dan satu kantung sup sayuran.
Kemudian wanita itu sadar , bahawa orang yang telah membayar tagihan ayahnya itu yakni bocah yang dulu ditolong ayahnya. Bocah itu tumbuh besar jadi dokter yang ia ajak bicara tadi.
Cepat atau lambat , kebaikan akan dibalas lagi dengan kebaikan!
2. Ibu berlari 20 km setiap hari untuk tujuan mulia
Dalam cuplikan ini , seorang ibu selalu berlari 20 km setiap hari , melaksanakan banyak sekali jenis olahraga , dan makan-makanan yang rendah lemak. Apakah ibu ini ingin memiliki tubuh langsing? Takut terkena penyakit? Takut terlihat jelek? Atau.....?
Ibu ini melaksanakan semua olahraga berat ini demi anaknya yang menderita gagal ginjal. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan anaknya yakni dengan menjalani transplantasi ginjal. Namun sayang , sang ibu tidak mampu menawarkan ginjalnya sebab tubuhnya terlalu gemuk. Dokter menyarankan ia untuk mengurangi berat tubuh sebanyak 20 kg bila ingin melaksanakan prosedur transplantasi.
Dokter mengatakan kepada ibu itu , apakah ia sanggup menjalankan semua kegiatan penurunan berat tubuh ini meskipun berat. Ibu itu menjawab , "Tidak ada yang lebih berat selain kehilangan anakku tercinta."
1. Jangan memandang orang sebelah mata
Iklan yang terakhir datang dari sebuah produsen CCTV. Dalam cuplikan ini menceritakan seorang pemilik toko yang kesal kepada tunawisma yang selalu tidur di depan tokonya. Da bahkan memperlakukan tunawisma itu dengan tidak baik biar tidak kembali lagi.
Namun , tunawisma itu tidak ada kapoknya balik ke toko itu , hingga pria itu kesal berat terhadapnya. Hingga suatu hari , pemilik toko itu heran kemana tunawisma itu tidak ada lagi di depan tokonya. Penasaran , pria itu memerika rekaman CCTV yang ada di depan tokonya. Ketika melihat rekaman tersebut dan mengetahui apa yang bergotong-royong dilakukan tunawisma itu ketika malam hari , pria itu menangis penuh penyesalan.
