Sunday, June 24, 2018

Ini Bahaya Mengkonsumsi Air Minum Kemasan

Ilustrasi (foto : gulfafricareview.com)
Kebutuhan insan akan air memang tak dapat dipungkiri. Sebagai salah satu komponen paling penting dan paling besar dalam badan , air menjadi kebutuhan semua orang.

Sebelum ada air dalam kemasan , air minum biasanya diperoleh dari air yang direbus terlebih dahulu dan disimpan dalam botol , teko atau kawasan penyimpanan airnya. Semakin berkembangnya zaman dan sifat insan yang menyukai produk instan , air dalam kemasan botol atau gelas menjadi pilihan yang paling diminati untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Kebanyakan masyarakat lebih memilh air minum kemasan daripada membawa air masak dari rumah. Meski telah tenar , banyak yang belum menyadari ancaman yang dihasilkan dari air minum dalam kemasan ini bagi badan meupun bagi lingkungan.

Produk air kemasan biasanya meyakinkan konsumen dengan menunjukkan pernyataan bahwa air tersebut berasal dari sumber mata air pilihan dan telah diproses untuk menghilangkan bahan-bahan kontaminan serta kandungan basil di dalamnya.

Fakta mengejutkan ialah , air kemasan ternyata tak melalui proses masak terlebih dahulu. Dengan kata lain air kemasan merupakan air mentah yang hanya melalui proses penjernihan.

Bukan hanya itu , materi kimia yang menjadi materi pembuatan kemasan air minum dapat larut dalam air. Dalam suhu tinggi dan durasi waktu panjang , semakin tinggi potensi abahan kimia tersebut larut dalam air.

Bahan kimia toksin yang biasa disebut antimon yang larut dalam air dan terminum dapat mengakibatkan pusing , rasa sakit , pembekuan peredaran darah sampai memicu pertumbuhan sel kanker.

Bukan hanya bagi badan , kemasan bekas air minum juga menjadi pencemar lingkungan nomor satu alasannya ialah minimpnya proses daur ulang. Jika tak melewati proses daur ulang , kemasan-kemasan ini akan dibakar dan asapnya akan mencemari udara sekitar.