![]() |
| Gunung berapi meletus (foto: Forbes) |
Sebuah buku yang ditulis oleh spesialis geologi asal Italia Mario Tozzi menjelaskan apa yang mampu saja terjadi kalau gunung berapi terbesar di dunia , Yellowstone meletus pada tahun 2016.
Terletak di Taman Nasional Yellowstone di negara episode Wyoming , Montana , dan Idhao , Amerika Serikat , Yellowstone merupakan sebuah supervulcano atau gunung berapi super. Tozzi menerka kaldera gunung berapi ini mampu saja meletus pada tahun ini.
Dia menjelaskan kalau seandainya kaldera Yellowstone meletus , maka seluruh Amerika Serikat akan tertutup dan berpotensi menyebabkan bencana besar di seluruh dunia. Menurut prediksinya , gunung ini mampu saja meletus sekarang atau tamat tahun nanti.
Buku berjudul "Pianeta Terra Ultimo Atto" ini menggambarkan perubahan suhu di tahun-tahun berikutnya yang menjadikan es di kutub mencair dan naiknya permukaan air laut. Sejumlah kota ibarat Venice , New York , dan London akan tenggelam.
Badai El Nino juga akan meningkat yang mampu menyebabkan air menjadi komoditas langka. Tak hanya itu , suhu bumi juga akan meningkat yang menjadikan pemanasan global. Terlebih lagi , tahun 2016 ditetapkan sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah.
![]() |
| Buku Pianeta Terra Ultimo Atto (foto: Daily Star) |
Tozzi mendesak masyarakat untuk tidak mengabaikan teorinya dan menganggapnya sebagai dongeng. Sebaliknya , dia mendesak masyarakat untuk berkemas-kemas menghadapi kemungkinan bencana.
JikaYellowstone meletus , sekitar satu juta meter kubik bubuk akan dikirimkan ke atmosfer , yang menjadi awal punahnya kehidupan tumbuhan dan hewan.
Berbicara wacana teori ini , ibarat dilansir dari Daily Star , Tozzi mengatakan , "Energi , makanan , kuantitas air , cepat atau lambat akan habis."
![]() |
| Kaldera Yellowstone (foto: Weird) |
Teori Tozzi memperingatkan kita bahwa gunung supervolcano lebih berbahaya dari asteroid kalau seandainya meletus. Selain Yellowstone , masih ada dua gunung supervolcano lainnya yang siap meletus kapan saja , yaitu Gunung Vesuvius di Italia , dan Gunung Popocateptl di Meksiko City.
Mengutip laporan Daily Mail tahun 2011 lalu , para jago menyampaikan bahwa kaldera Yellowstone mengalami peningkatan acara semenjak tahun 2004 lalu.


