Saturday, June 23, 2018

Mitos Dan Fakta Seputar Cokelat Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Makan cokelat (foto : badbetterbestfoodchoices.com)
Siapa yang tidak suka si manis yang satu ini. Cokelat menjadi urutan pertama makanan manis yang disukai semua orang. Rasanya yang enak dan mudah dikreasikan , menjadikan cokelat makanan yang menjadi favorit banyak orang ,

Meski banyak yang menyukainya , masih banyak yang belum mengetahui wacana mitos dan fakta seputar si manis ini.

Berikut merangkum dari banyak sekali sumber , mitos dan fakta seputar cokelat yang mungkin belum kau ketahui.

6. Cokelat mengandung banyak kafein - Mitos

Jika dibandingkan dengan kopi , cokelat memilki kandungan kafein syang sangat rendah. Dalam secangkir kopi setidaknya terdapat 65-135 mg kafein , sedangkan sebatang cokelat seberat 1.4 ons hanya mengandung 6 mg kafein.

5. Cokelat membuat gigi berlubang - Mitos

Yang membuat gigii berlubang bukanlah coklat melainkan basil dalam verbal yang memetabolisme gula dan pati dari makanan atau minuman manis. Bakteri ini akan menghasilkan zat asam melalui enamel gigi yang memicu timbul lubang pada gigi. Untuk menghindari gigi berlubang , menyikat gigi atau berkumur setelah makan sangatlah dianjurkan.

4. Cokelat memicu timbulnya infeksi - Mitos

Banyak yang meyakini bahwa cokelat dapat menjadikan infeksi , namun gotong royong infeksi timbul alasannya kotoran , sel kulit mati dan minyak berlebih menumpuk pada pori-pori kulit. Pori-pori yang kotor membuat basil berkembang biak dan membuat kulit meradang.

3. Cokelat membuat cepat gemuk -  Mitos

Sebatang cokelat kira-kira mengandung 220 kalori. Dibandingkan dengan makanan berkalori lainnya , cokelat justru dapat menjadi pengendali nafsu makan. Menikmati sepotong cokelat setiap hari akan mengurangi nafsu makan alasannya rasa manis yang dimilki cokelat.

2. Cokelat mencegah dan melawan kanker - Fakta

Bukan hanya rasanya yang enak , cokelat juga dapat mencegah kanker layaknya anggur merah , bawang putih atau teh. Hasil penelitian menandakan bahwa cokelat dan menghambat pembelahan sel kanker dan mencegah peradangan.

1. Cokelat dapat meredakan stres - Fakta

Kandungan dalam cokelat menyerupai kafein , theobromine , methil-xanthine dan phenylethylalanine dipercaya bertugas sebagai molekul psikoaktif yang membuat penikmat cokelat merasa nyaman dan mengurangi depresi.