![]() |
| Ilustrasi |
Seperti dilansir Metro.co.uk , sebuah studi yang dilakukan di Stony Brook University , New York telah menerangkan bahwa adanya keterkaitan antara posisi tidur dan cara kerja otak.
Dari penelitian tersebut disebutkan bahwa tidur dalam posisi miring layaknya janin yaitu posisi tidur yang sangat baik untuk kesehatan otak. Posisi menyerupai ini membuat otak lebih mudah membuang prosuk sisa metabolisme keluar dari tubuh.
Hal inilah yang dapat mengurangi risiko penyakit syaraf menyerupai Alzheimer di usia tua. Meski mempertahankan posisi miring ketika tidur sedikit sulit , namun jikalau semenjak awal posisi tidur kita miring dengan tulang leher dan punggung rileks , mampu dipastikan tidur akan nyenyak.
Saat insan tertidur dalam posisi miring , cairan serebrospinal akan tersaring keluar dari otak dan digantikan oleh cairan interstitial yang mengeluaran limbah metabolisme dari otak , di mana limbah ini merupakan protein yang akan memperlihatkan efek negatif jikalau terus menumpuk di otak.
Jika didiamkan , limbah yang menumpuk ini menjadi penyebab mudah lupa dan mempertinggi risiko pikun atau demensia.
