Saturday, June 23, 2018

Punya Empat Kaki Pria Ini Dkucilkan Karena Dianggap Titisan Setan

Arujun Rajput (foto: Mirror)

Seorang pria asal India berjulukan Arun Rajput terlahir dengan dua kaki komplemen yang menggantung pada bab punggungnya. Oleh alasannya itu ia dikucilkan oleh warga setempat karena dianggap titisan setan.

Pria berusia 20 tahun itu mengaku dipaksa untuk hidup menyendiri oleh penduduk desa kawasan tinggalnya di Farrukhabad , di Uttar Pradesh , India utara. Selain itu , warga setempat juga menyebut bahwa keluarga Arun telah dikutuk.

"Orang-orang mentertawakan saya. Mereka mengatakan saya setan. Tidak seorang pun menghormati saya di sini karena gua terlihat berbeda. Tetapi saya ingin menjadi bab dari mereka. Saya ingin bekerja menyerupai pria lain ," kata Arun , menyerupai dilansir Mirror.

Karena kaki tambahannya itu , Arun tidak mampu duduk dengan benar , berjalan saja ia merasa tidak nyaman. Selian itu , ia harus membuat celana khusus.

Meskipun demikian , Arun hanya ingin diakui oleh semua orang. "Saya ingin melaksanakan hal-hal normal dan diperlakukan menyerupai orang normal."

(foto: Mirror)

Sekarang , Arun yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara itu memiliki keinginan untuk melaksanakan operasi biar ia biasa memnuhi impiannya menjadi seorang guru.

"Saya ingin merawat orang bau tanah saya , saya ingin berguru dan menjadi seorang guru ," katanya.

Orang tuanya yang hanya bekerja sebagai petani sempat membawa anaknya tersebut ke dokter untuk melaksanakan operasi , tapi karena tidak punya uang , Arun tidak mampu melaksanakan operasi.

"Dia lahir setelah 12 tahun ijab kabul saya. Kami telah tabah menunggu kedatangannya , tetapi saat ia lahir , gua tidak mampu mempercayai mata saya ," ujar ibunya , Lila Devi (45).

"Dia sangat lemah. Kami membawanya ke beberapa dokter , tapi tidak ada yang mengambil jaminan ," tambahnya.

"Orang-orang memanggilnya dengan nama yang buruk. Itu menyakiti saya saat mereka memanggilnya setan."

Arun dan ibunya kini berharap mampu melaksanakan operasi biar mampu menjalani kehidupan normal menyerupai orang pada umumnya.