Wednesday, July 18, 2018

Pohon Kesepian Ini Pernah Menjadi Tempat Berteduh Nabi Muhammad SAW

Pohon Sahabi (foto: Flickr)

Pohon yang terletak tengah gurun tandus di Yordania ini pernah jadi saksi kebesaran Nabi Muhammad SAW. Disebut Sahabi , pohon kesepian ini diperkirakan sudah berusia 1400 tahun lebih.

Sejauh mata memandang , tak ada pohon lain yang hidup menemani Sahabi. Oleh alasannya itu pohon ini disebut sebagai pohon paling kesepian di dunia. Namun begitu , pohon ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Nasrani berjulukan Bahira dengan Nabi Muhammad SAW.

Dalam tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham , Ibn Sa'd al-Baghdadi , dan Muhammad Ib Jarir al-Tabari , menceritakan ihwal pertemuan Bahira dengan Nabi Muhammad yang masih kecil , berusia 9 atau 12 tahun.

Ketika itu Muhammad kecil sedang menemani pamannya Abu Thalib dan rekan-rekannya untuk berdagang ke Suriah. Kemudian Bahira bertemu dengan mereka dan mengajak mereka untuk beristirahat sejenak.

(foto: Youtube)

Sejak dari awal , Bahira sudah mendapat firasat akan bertemu dengan nabi terakhir. Namun ia tidak melihat tanda-tanda mukjizat pada masing-masing tamu.

Rupanya , Muhammad tidak ikut masuk ke kawasan Bahira alasannya disuruh menjaga unta di bawah pohon. Bahira menyempatkan diri untuk melihat Muhammad yang sedang berteduh di bawah pohon Sahabi.

Dia dibuat takjub saat melihat cabang pohon tersebut merunduk seolah melindungi Muhammad. Dia kemudian menyuruh Muhammad untuk berteduh dan menyantap hidangan di kawasan tinggalnya.

Bahira dibuat takjub lagi saat melihat segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi. Dari situlah ia yakin jikalau cowok ini yakni calon nabi terakhir.

Dia pun eksklusif berpesan kepada Abu Thalib untuk melindungi cowok ini , alasannya kelak nanti ia akan menjadi nabi terakhir..

Walau sudah berusia 1400 tahun , pohon Sahabi yang meneduhi Nabi Muhammad SAW ini masih hidup hingga sekarang di tengah-tengah gurun tandus. Pohon ini juga merupakan satu-satunya pohon yang berhasil bertahan hidup di tengah gurun.