Monday, August 15, 2011

Kenapa Korupsi di Indonesia Sulit Untuk Disingkirkan? Berikut Alasannya

Korupsi sudah merajalela di Indonesia , dan menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk disingkirkan. Orang yang melaksanakan tindakan korupsi tidak beda jauh dengan sampah bahkan lebih buruk daripada sampah , yang harus segara disingkirkan atau akan menjadi polusi untuk kita semua.

Jika penegakan hukum di Indonesia mampu membuat para koruptor kapok , mungkin tindakan korupsi sedikit-sedikit mampu berkurang. Namun pada kenyataannya tindakan korupsi di Indonesia malah semakin merajalela , mungkin itu alasannya ialah hukum yang hanya sebuah goresan pena dalam kertas yang tidak tahu harus diapakan kertas tersebut.

Itu hanya salah satu alasan kenapa di Indonesia korupsi sulit untuk disingkirkan. Berikut beberapa alasan kenapa hal tersebut mampu terjadi versi .

Keserakahan 

Rasa serakah , rasa tidak puas , dan tidak mensyukiri apa yang sudah didapatkan menjadi pendorong para koruptor untuk mencuri uang negara dan membunuh saudaranya sendiri secara perlahan-lahan. Para koruptor seakan-akan tidak peduli dengan nasib orang lain , beliau hanya mementingkan diri sendiri , dan apakah Anda tahu orang yang mementingkan diri sendiri itu menyerupai apa? Mereka menyerupai seekor hiu yang ganas yang bahkan untuk memuaskan laparnya , beliau rela membunuh anaknya sendiri yang gres dilahirkan.

Penegak Hukum Yang Lemah

Para penegak hukum saharusnya memiliki prinsip yang berpengaruh sebagai wakil Yang Mahakuasa yang harus menegakan keadilan tanpa berbelok ke kanan atau ke kiri , tanpa menengok ke belakang , tanpa melihat siapapun beliau , tanpa melihat apapun yang ditawarkan. Mereka harus berpengaruh bagaikan besi yang hanya taat pada aturan yang sudah ada. Dengan demikian para koruptor akan kebingungan menyerupai seseorang yang berjalan sendirian di tengah-tengah gurun dan samudera yang tidak tahu kepada siapa harus minta tolong.

Hukum Hanya Dalam Lembaran Kertas

Hukum memang sudah ada , hukum memang sering disebut-sebutkan dan bahkan dihafalkan , sayangnya itu hanya ada dalam lembaran kertas saja. Hukum tersebut tidak mampu keluar dari lembaran kertas dan tidak mampu pertanda siapa dirinya dan menegakan keadilan. Hukum di atas lembaran kertas membuat para koruptor tersenyum selebar-lebarnya. Dan bahkan hukum tersebut seolah tidak berdaya melihat recehan dan lembaran kertas , membuat hukum kehilangan jati dirinya.

Tidak Tahu Perjuangan Para Pendahulu

Para koruptor tidak mengetahui bagaimana perihnya usaha hidup para pendahulu untuk menerima kemerdekaan. Mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menerima kemerdekaan. Mungkin nilai sejarah para koruptor sewaktu sekolah hanya 0 ,1. Seandainya waktu mampu diputar , kirim para koruptor ke zaman penjajahan , dan biarkan beliau berjuang menerima kemerdekaannya dengan keserakahannya.

Tidak Memiliki Iman

Hal yang lebih parahnya lagi dari seorang koruptor yaitu tidak memiliki kepercayaan , beliau seolah berjalan dalam kegelapan yang tidak ada sinar sedikitpun. Dia kebingungan , dan akan melaksanakan apapun semoga mampu keluar dalam kegelapan tersebut , tidak tahu siapa yang menuntunnya , beliau tetap mengikutinya. Itulah koruptor yang menjalani hidup tanpa kepercayaan dan ingin menerima apapun secara singkat tanpa melaksanakan apapun. Bukankah itu sikap pengecut , yang takut akan rintangan hidup dan kerasnya hidup.