Monday, January 1, 2018

Dua Tahun Lagi Transplantasi Kepala Manusia Bisa Dilakukan

(foto: Mirror)

Kamu pasti pernah mendengar ihwal transplantasi ginjal , hati , atau jantung. Namun , bagaimana dengan transplantasi kepala insan yang memang belum pernah dilakukan di dalam dunia medis sebelumnya.

Meski kedengarannya menyerupai plot yang ada dalam film horor , tapi para ilmuwan tetap percaya bahwa transplantasi kepala insan mampu benar-benar dilakukan.

Seorang dokter akan meluncurkan sebuah proyek di konferensi animo panas ini dengan tujuan melaksanakan prosedut tranplantasi kepala yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2017 mendatang.

Ide ambisius itu akan dipimpin oleh dokter asal Italia berjulukan Sergio Canavero dari Turin Advanced Neuromodulation Group. Dia sangat percaya bahwa dengan prosedur semacam itu mampu membantu orang yang menderita penyakit otot degeneratif atau penderita kanker.

Dr Canavero percaya bahwa hambatan utama untuk operasi ini telah diatasi dikala ilham ini mulai muncul semenjak tahun 2013 lalu , menurut laporan New Scientist.

Prosedur transplantasi kepala ini termasuk mengelola untuk membuat tulang kering belakang dengan kepala gres , dan memastikan sistem kekebalan badan tidak menolaknya.

Melansir laman Mirror , Kamis (26/2) , Dr Canavero berencana untuk mengumumkan proyek ini kepada konferensi tahunan American Academy of Neurological and Orthopaedic Surgeons (AANOS) di Annapolis , Maryland , pada bulan Juni mendatang.

Lalu bagaimana orang yang akan mendapatkan transplantasi kepala mampu tetap bertahan hidup?

Prosedur transplantasi kepala akan melibatkan pendinginan pada badan peserta dan juga badan pendonor. Hal itu bertujuan untuk memperpanjang waktu sel-sel mereka untuk tetap bertahan hidup tanpa oksigen.

Jaringan di sekitar leher kemudian akan dibedah dan pembuluh darah utama akan terikat pada tabung kecil. Dengan demikian tali tulang belakang akan terputus sebelum dipindahkan dari pendonor ke badan penerima.

Setiap bab ujung saraf tulang belakang akan kembali menyatu dengan menggunakan polietilen glikol kimia.

Setelah semua prosedur final , peserta akan mengalami koma sekitar empat ahad sebelum mereka benar-benar sadar.

Dr Canavero sangat yakin kalau pasien sudah sadar setelah melaksanakan prosedur tersebut , maka pasien akan memiliki bunyi dan gerakan yang sama , dan mereka juga tetap mencicipi wajahnya sendiri dan mulai berjalan kembali selama satu tahun.

Sejak 40 tahun yang lalu , transplantasi kepala simpanse pertama dan operasi serupa pada tikus berhasil dilaksanakan di Cina.