Monday, January 8, 2018

Misteri Kematian Yuri Gagarin Akhirnya Diungkap Pemerintah Rusia

Setelah lebih dari 40 tahun diliputi misteri, hari Jumat (8/4/2011)  Pemerintah Rusia mengungkapkan dokumen arsip belakang layar menyangkut tewasnya insan pertama yang mengitari orbit bumi, Yuri Gagarin. Gagarin tewas ketika pesawat jet yang beliau kemudikan jatuh pada 27 November 1968 atau tujuh tahun setelah ia mencatat sejarah.

Arsip kepresidenan yang ditandatangani Presiden Uni Soviet pada masa itu, Leonid Brezhnev, dan diberi arahan "mutlak rahasia" dibacakan pejabat teras arsip Istana Kremlin, Alexander Stepanov, dalam jumpa pers di Moskwa.


Angkasawan Uni Sovet Kapten Yuri Gagarin sebelum penerbangannya ke angkasa luar yang menjadi pertama kali dalam sejarah insan (Baikonur, 12 April 1961)

Arsip itu mengungkapkan, sebuah komisi pada era Uni Soviet menyimpulkan pada 28 November 1968—sehari setelah petaka menimpa Gagarin—bahwa penyebab tewasnya Gagarin yaitu pesawat jetnya terlalu tajam bermanuver ketika menghindari sebuah balon cuaca. Alasan lain—tetapi ini kurang diyakini—adalah menghindar masuk batas teratas lapisan awan.

Stepanov mengungkapkan, pada ketika itu bermunculan banyak sekali spekulasi mengenai penyebab tewasnya Gagarin. Spekulasi itu termasuk tuduhan sabotase atau konspirasi yang diduga dilakukan Brezhnev, yang merasa "tersaingi" atau kalah populer dengan kosmonot pertama ini.

"Semoga diungkapkannya arsip ini akan menghilangkan banyak sekali spekulasi yang beredar di Rusia atau di dalam buku-buku 'sejarah semu' yang pernah terbit," kata Stepanov.

Setengah era Gagarin

Pengungkapan arsip belakang layar Istana Kremlin itu dilakukan dalam rangka memperingati setengah era keberhasilan Gagarin melaksanakan penerbangan pesawat berawak insan pertama mengelilingi orbit bumi selama 108 menit pada 12 April 1961.

Keberhasilan Gagarin di ruang angkasa itu juga dianggap sebagai simbol "kemenangan" Uni Soviet atas Amerika Serikat dalam "perlombaan" di ruang angkasa pada masa Perang Dingin.

Menurut arsip tersebut, manuver yang dilakukan Gagarin atau kopilotnya, Vladimir Seryogin, mengakibatkan pesawat jet itu dalam "kondisi superkritis sehingga pesawat (mengalami) stall pada ketika kondisi meteorologis yang kompleks".

Dalam rangka peringatan 50 tahun keberhasilan Gagarin pekan depan, Rusia juga meluncurkan pesawat ruang angkasa Soyuz, Selasa lalu. Pesawat berawakkan dua orang Rusia, kosmonot Alexander Samokutyaev dan Andrei Borisenko, serta seorang astronot AS, Ronald Garan.

Hari Kamis atau dua hari setelah melaksanakan perjalanan, kapsul TMA-21 yang diukir dengan gambar Gagarin itu berhasil melaksanakan docking (merapat) ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) pada ketika stasiun itu sedang mencapai orbit di atas Pegunungan Andes, Cile.

Misi Rusia di ISS itu juga menandai sudah berakhirnya masa-masa Perang Dingin menyerupai yang terjadi pada masa lalu.

Peluncuran Soyuz juga dilakukan di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, lokasi yang sama Gagarin terbang dalam misi ruang angkasa bersejarah pada 12 April 1961.

Misi kali ini memang menjadi adegan utama perayaan peringatan keberhasilan Gagarin, yang diprakarsai Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Hari Kamis lalu, berbicara dalam kaitan peringatan yang sama, Perdana Menteri Vladimir Putin mengungkapkan, Rusia akan meningkatkan upaya mereka untuk melaksanakan eksplorasi pada sistem matahari pada dekade mendatang.

Putin juga mengatakan akan meningkatkan kegiatan ruang angkasa mereka dari semula 40 persen dari seluruh kegiatan ruang angkasa yang dilakukan dunia menjadi 50 persen dalam waktu dekat.

Proyek ruang angkasa Soyuz dalam waktu bersahabat juga akan menjadi proyek ruang angkasa satu-satunya yang melibatkan pengiriman insan ke ISS.

Pesawat ulang-alik AS, Endeavour, direncanakan mengangkasa selesai bulan ini dengan membawa sejumlah eksperimen fisika untuk stasiun ruang angkasa itu. Atlantis akan menutup acara ulang-aliknya pada ekspresi dominan panas mendatang.

Menunggu hingga ada perusahaan swasta menangani pengangkutan dari dan ke stasiun ruang angkasa, NASA untuk sementara akan membayar biro ruang angkasa Rusia untuk mengerjakannya, melalui Soyuz.
source