Wednesday, February 21, 2018

Ini beliau Fenomena Unik Kolam Hijau yang Muncul di Kutub Selatan



Sebuah kolam yang dipadati kehidupan ditemukan di antara es di Kutub Selatan. Kolam yang dikelilingi es warna putih tersebut berisi air berwarna hijau sehingga terlihat mencolok dibanding perairan sekitarnya. Kata para ilmuwan, inilah anugerah pemanasan global.

Menurut mereka, kolam di tempat terpencil itu berwarna hijau akhir klorofil dari ganggang yang terdapat di situ. Di kolam itu pula didapati krustasea kecil, ikan, larva udang.

"Ini kolam terhijau yang pernah aku lihat," kata Patricia Yager, kepala ilmuwan Amundsen Sea Polynya International Research Expedition (ASPIRE). Yager mengutarakan bila jumlah klorofil per liter di kolam itu lima kali lebih banyak dibandingkan beberapa tempat di Sungai Amazon.

Kolam yang dikelilingi oleh es laut ibarat ini sering disebut dengan istilah polynya. Perairan ibarat ini biasanya kaya nutrisi dan menjadi tempat bernaung bagi binatang, baik besar maupun kecil. Demikian terperinci Yager.

Polynya mampu terbentuk dengan dua alasan: angin yang meniup bongkah es menjauh dari pantai dan udara atau air hangat mencairkan es. Ketika es mencair, nutrisi turut terlepas ke laut. Nutrisi yang kebanyakan penting bagi tumbuhan itu membuat ganggang berkembang.

"Ketika gletser dan es laut di bab barat Kutub Selatan mencair alasannya pemanasan global, lebih banyak nutrisi yang mengalir ke lautan dan membuat ganggang berkembang semakin luas," Yager menjelaskan.

Menurut Yager, ledakan jumlah ganggang ini mampu jadi anugerah alasannya ganggang melahap karbon dioksidad akhir efek rumah kaca. "Tapi ini gres satu sisi," katanya.

Ia mengatakan bila ganggang menjadi makanan bagi zooplankton yang melepaskan karbon dioksida ke atmosfer ketika bernapas. Yager juga menyebutkan kuman yang mengurai ganggang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida.

Meskipun demikian, untuk ketika ini, kolam polynya merupakan hal yang baik bagi iklim Bumi alasannya mereka memerangkap karbon. "Tapi hanya itu saja," kata Lisa Miller, hebat biologi maritim dari Fisheries and Oceans Canada.

kompas