Wednesday, November 29, 2017

Faktor Pemicu Gadis Remaja Melakukan Seks di Luar Nikah

gadisKasus gadis sampaumur yang melaksanakan kekerabatan seks di luar nikah semakin banyak terdengar. Masalah ini tak hanya dialami di tanah air, namun juga dialami oleh banyak negara di banyak sekali kepingan bumi. Maraknya tontonan berbau seks dan mudahnya jalan masuk internet untuk mendapat banyak sekali macam konten agaknya memicu sampaumur melaksanakan seks di luar nikah.

Seperti dilansir mid-day.com, berikut yaitu faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan kasus gadis sampaumur yang melaksanakan seks di luar nikah.

1. Orangtua yang cuek
Orangtua yang menutup mata terhadap perilaku dan tindakan anak remajanya justru makin mendorong sampaumur untuk bekerjasama seks. Demikian kesimpulan sebuah penelitian yang mencoba mencari kaitan antara pengasuhan dengan peningkatan acara seksual pada remaja.

“Belum ditemukan kaitan antara orangtua yang sangat mengontrol perilaku anak-anaknya dengan peningkatan aktifitas seksual pada remaja. Meskipun demikian, bawah umur tetap perlu diberi kebebasan,” kata peneliti, Rebekah Levine Coley.

2. Konsumsi alkohol
Kebiasaan minum alkohol atau minuman keras membuat sampaumur tak mampu mengendalikan perilakunya, termasuk dalam melaksanakan aktifitas seks. Akibatnya mampu berisiko terkena penyakit menular seksual.

3. Bacaan sampaumur yang bermuatan seks
Membaca buku yaitu kebiasaan yang baik. Tapi sebuah penelitian menemukan bahwa buku sampaumur populer terkadang memuat kisah-kisah seksual yang eksplisit. Artinya, orangtua perlu memantau materi bacaan sampaumur gadisnya. Tidak semua materi bacaan baik untuk dibaca.

“Buku yang ditujukan untuk anak berusia 12 13 tahun tak kalah menariknya dengan bacaan untuk usia 14 tahun ke atas. Apalagi, seks yang sehat, aman dan konsekuensi dari kekerabatan seks hampir tidak pernah disebutkan dalam novel,” kata Sarah Coyne, psikolog di Universitas Brigham Young.

4. Perilaku lesbianisme pada sampaumur meningkat
Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa jumlah gadis sampaumur yang melaksanakan kontak seksual dengan sesama wanita makin banyak dibanding sebelumnya. Menurut data statistik, 11% gadis berusia 17 tahun telah melaksanakan kontak seksual dengan gadis sampaumur lain. Padahal pada tahun 2002, angkanya hanya 5%. Adapun alasan kenapa gadis sampaumur menjadi lesbian.

5. Gadget
Sebuah penelitian menemukan makin banyak gadis yang menginjak usia awal sampaumur melaksanakan sexting, yaitu mengirimkan SMS dengan kata-kata bermuatan seks. Bahkan sampaumur putri ini juga mengirim foto seksinya kepada pacar.

“Jumlah pelaku sexting terus meningkat. Kami menemukan banyak bukti gadis sampaumur berusia 12 13 tahun dipaksa mengirimkan foto seksinya oleh pacar,” kata Jon Brown, kepala acara kekerasan seksual National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) di Inggris.

6. Bermasalah dengan berat badan
Sebuah penelitian menemukan bahwa kelebihan berat tubuh atau bagaimana para gadis sampaumur memandang berat badannya sendiri berperan penting dalam melaksanakan kekerabatan seks yang berisiko.

Peneliti dari Universitas Pittsburgh menemukan bahwa sampaumur wanita yang aktif secara seksual dan kelebihan berat tubuh atau merasa dirinya kelebihan berat tubuh lebih kecil kemungkinannya menggunakan kondom dibandingkan yang merasa berat badannya normal.

source