Thursday, December 7, 2017

Saat Ombak Mengajar Cara Menggapai Bahagia

Seorang cowok duduk sendirian di tepi pantai. Ia menatap duka ombak yang berkejaran tiada henti. Ombak merasa iba terhadap si pemuda.

“Sahabat, mengapa engkau tampak pilu sepanjang hari?”

“Ah, saya sedang merenung dan mencari jalan keluar semoga dapat hidup lepas dari penderitaan. Aku ingin sepertimu, yang sepanjang hari menari dan berkejaran tanpa henti. Bagaimana engkau mampu demikian, wahai Ombak?”

“Karena saya bahagia.”

“Bagaimana engkau dapat bahagia?”

“Ikutilah perjalanan air dari hulu hingga ke hilir, maka kau akan mencicipi perjalanan hidupku yang bahagia di samudera yang luas ini.”

“Jadi, saya harus menyusuri sungai yang berkelok-kelok dan penuh bebatuan?”

“Kalau saya dahulu tidak mau melewati jalan menyerupai itu, mana mampu saya hingga ke samudera ini?”

Per aspera ad astra, kata pepatah Latin. Artinya sama dengan pepatah ‘berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian’.

Untuk mencapai kebahagiaan dan keberhasilan, harus ada upaya keras dan seringkali penuh keprihatinan. Karena segala sesuatu menjadi sangat cantik jikalau tidak diperoleh dengan cara instan. Justru dari proses panjang dan penuh kegagalan menempa kita menjadi insan yang lebih tangguh.