5 Fakta Unik Balapan Liar Dengan Hadiah ABG Di Indonesia
5 Fakta Unik Balapan Liar Dengan Hadiah ABG Di Indonesia - Balapan liar di Kembangan, Jakarta Barat, ternyata melibatkan para anak gres gede (ABG) cewek. Bukan hanya sebagai joki, para ABG kerap kali menjadi hadiah bagi para joki.
Tentu saja fakta ini cukup menghebohkan. Selama ini mungkin warga hanya tahu mereka hanya bertaruh uang. Lebih mengejutkan, para ABG itu juga disediakan untuk 'melayani' joki.
Polisi Sektor Kembangan kini tengah melaksanakan penyelidikan adanya prostitusi terselubung dibalik balapan liar itu. Jika terbukti, mereka yang menyediakan ABG akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.
"Kalau nanti cukup mungkin dikenakan pasal UU bantuan anak," ujar Kapolsek Metro Kembangan Kompol Heru Agus ketika dihubungi, Rabu (29/5).
1. ABG cewek jadi hadiah
Selain menerima uang satu sampai puluhan juta sebagai hadiah, joki balapan liar juga kadang menerima gadis sampaumur sebagai imbalan atas kemenangannya. Gadis sampaumur yang berusia belasan itu diberikan oleh pemilik motor.
"Balapan liar itu ada indikasi melaksanakan perjudian. Joki dapat uang, ada cewek ABG (anak gres gede) untuk hadiah," kata Kapolsek Metro Kembangan Kompol Heru Agus ketika dihubungi, Rabu (29/5)
Informasi tersebut, terperinci Heru, didapatkan polisi dari keterangan salah satu joki ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Metro Kembangan. Gadis ABG tersebut menjadi pancingan bagi joki untuk bisa memenangi balapan.
"Istilahnya cabe-cabean. Hal itu kita dapatkan pengukuhan salah satu pelaku joki yang sedang kita periksa," terperinci Heru.
2. Buat cinta satu malam
Anak gres gede (ABG) cewek bisa memompa semangat para joki motor balapan liar. Jika menang, para joki akan mendapat 'pelayanan' ekstra. Praktik menyerupai ini terbongkar di Kembangan, Jakarta Barat.
"Jadi, untuk memberi semangat si joki jikalau beliau menang dalam lomba mendapat wanita indah yang masih ABG. Semacam cinta satu malam lah," ujar Kapolsek Kembangan Kompol Heru Agus, Kamis (30/5).
Agus menjelaskan, ketika ini pihaknya masih berkonsentrasi dalam penertiban balapan liar tersebut. Terkait adanya pertaruhan gadis ABG, polisi ketika ini masih terus mencari bukti yang menguatkan dalam kasus ini.
"Kita fokus penertibannya dulu. Soal taruhan ABG kami juga masih mencari bukti. Karena kan tidak ada yang melapor juga. Kalau nanti cukup mungkin dikenakan pasal UU bantuan anak," jelasnya.
3. Taruhan Rp 5 juta
Peredaran uang dalam balapan liar motor di Kembangan, Jakarta Barat, ternyata tidak sedikit. Dalam sekali lomba, para bandar bertaruh sampai jutaan rupiah.
"Informasinya, sekali taruhan itu 5.000 (Rp 5 juta)," kata Kapolsek Kembangan Kompol Heru Agus, Kamis (30/5).
Selain uang, dalam balapan liar ini para bandar juga menyediakan anak gres gede (ABG) cewek buat joki yang menang. Polisi mengaku belum bisa menindak alasannya yaitu belum ada laporan.
"Kita fokus penertibannya dulu. Soal taruhan ABG kami juga masih mencari bukti. Karena kan tidak ada yang melapor juga. Kalau nanti cukup bukti mungkin dikenakan pasal UU bantuan anak," katanya.
4. Wanita indah dan seksi jadi joki
Balapan liar di kalangan anak muda menjadi gaya hidup untuk memacu adrenalin. Apalagi bagi seorang Joki, demi mendapat uang jutaan mereka siap mempertaruhkan nyawa di gelapnya jalanan malam Ibu Kota Jakarta.
Kapolsek Kembangan Kompol Heru Agus mengatakan, tidak hanya pria saja yang menjadi joki dalam balapan liar, ternyata seorang wanita pun ada juga yang nekat melaksanakan balapan yang biasa dilakukan kaum adam ini.
"Ada juga yang perempuan, kemarin ikut diamankan, dan beliau mengaku sudah lama jadi joki," ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (31/5)
Heru menjelaskan, tidak hanya beraksi di balapan liar, perempuan tersebut juga sering ikut balapan resmi di Sirkuit."Dia ngakunya suka balapan di sirkuit, anaknya cantik. Katanya buat kepuasan, beliau melaksanakan balapan," jelasnya.
5. Ada bandar besar
Puluhan sampaumur yang tertangkap ketika melaksanakan balapan liar di Jalan Taman Aries, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu alhasil dibebaskan. Hal ini alasannya yaitu tidak kuatnya alat bukti untuk menahan para ABG tersebut.
Kapolsek Kembangan Kompol Heru Agus mengatakan, para sampaumur tersebut dibebaskan dikarenakan telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang mengganggu ketertiban umum itu.
"Bukti kita tidak cukup, memang benar ada indikasi perjudian dalam balapan liar. Namun yang kami tangkap hanya para joki dan yang menonton saja. Sedangkan bandar yang memegang duit berhasil kabur," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Kamis (31/5).
Heru menjelaskan, menurut gosip yang didapat pihak kepolisian, ajang balapan liar di Jalan Taman Aries memang dilakukan dengan taruhan uang. Tidak hanya itu, para wanita indah yang masih berumur belia pun ikut jadi taruhannya.
