Tuesday, December 5, 2017

6 Bagian Tubuh Manusia Yang Bisa Dijual Secara Legal

Tubuh insan (foto: The Richest)

Menjual episode badan insan dianggap ilegal tanpa ada izin dari pemiliknya. Jika seseorang dengan sengaja membunuh orang lain dan mengambil organ-organ badan korban untuk dijual , itu mampu dianggap pelanggaran hukum yang sangat berat.

Beberapa organ badan penting , ibarat jantung , ginjal , hati , atau mata kerap dijual di pasar gelap. Mengutip The Richest , harga untuk sebuah ginjal mampu dipatok dengan harga USD 200.000 atau sekitar Rp 2 ,6 miliar.

Selain itu banyak kasus pembunuhan yang dilaporkan. Diduga organ korban pembunuhan diambil untuk dijual kembali kepada pihak yang membutuhkan ,

Dari banyaknya kasus pembunuhan yang terjadi , banyak anggapan bahwa menjual episode badan itu sangat ilegal. Meskipun demikian , ada beberapa episode badan insan yang legal untuk dijual. Harganya juga cukup fantastis.

Kira-kira episode badan apa saja yang legal untuk dijual? Berikut ibarat dilansir dari The Richest , enam episode badan yang legal untuk dijual.

6. Rambut

(foto: sheknows.com)

Rambut merupakan salah satu episode dari badan insan yang mampu dijual secara legal. Biasanya rambut hasil jualan itu akan dijadikan wig atau semacamnya. Harganya juga lumayan mahal , dari USD 250 (Rp 3 ,2 juta) hingga USD 3.000 (Rp 39 juta) , tergantung dari kualitas dan jenis rambut.

Di internet ada beberapa situs web yang menyampaikan jasa jual beli rambut , ibarat buyandsellhair.com , thehairtrader.org , onlinehairaffair.com , dan hairwork.com.

5. Sperma

(foto: bbc.co.uk)

Tahukah Anda bahwa sperma mampu dijual juga? Ya , sekarang sperma mampu didonorkan dan dijual dengan harga yang lumayan mahal. Dengan memastikan badan Anda sehat dan memiliki kualitas sperma yang cantik , Anda sudah mampu menerima uang dengan mendonorkan sperma Anda.

Sperma dipatok dengan harga USD 125 (Rp 1 ,6 juta) per cangkir. Di beberapa klinik yang menyediakan donor sperma mampu membayar pendonor hingga USD 1.000 per bulan , asalkan pendonor bersedia menyumbangkan spermanya tiga kali dalam seminggu.

4. Tinja

(foto: mentalfloss.com)

Mungkin Anda gres tahu bahwa tinja mampu menjadi ladang penghasilan. Tapi tahukah Anda untuk apa nantinya tinja tersebut? Kotoran dari pendonor yang sehat mampu 'ditransplantasikan' untuk membantu mengobati bisul yang sulit. Tinja dipercaya dapat membantu memulihkan ketidakseimbangan yang disebabkan oleh antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi.

Perusahaan akan membayar pendonor tinja hingga USD 40 (Rp 526 ribu) per sampel , dan pendonor akan diminta untuk terus menyampaikan sempel hingga empat kali seminggu. Bonus sebesar USD 50 akan diberikan kepada pendonor yang menyampaikan sempel tinja sebanyak lima kali dalam seminggu. Jika ditotalkan dalam setahun , pendonor tinja mampu mendapat penghasilan sekitar USD 13.0000 (Rp 171 juta).

Bagaimana , Anda berminat?

3. Sumsum Tulang

(foto: alltop.com)

Disebut juga donor sel induk , ini disebut-sebut sebagai kunci memenangkan pertempuran melwan leukimia , limfoma , kanker darah dan penyakit lainnya. Sayangnya , donor sumsum tulang sangat jarang.

Pendonor sumsum tulang di Arizona , California , Hawaii , Guam , Idhao , Alaska , Montana , Nevada , Oregon , dan Washington , mampu mendapat uang sebesar USD 3.000 (Rp 39 juta) per sumbangan. Perlu waktu 8 ahad untuk memulihkan kembali kondisi pendonor , setelah itu mampu mendonor lagi dan mampu menghasilkan hingga USD 18.000 (Rp 236 juta) per tahun.

2. ASI

(foto: healthimpactnews.com)

Banyak ibu yang tidak mampu menghasilkan susu sendiri saat anaknya lahir. Di AS , ada banyak layanan yang menyediakan jasa menjual air susu ibu atau ASI. Beberapa orang percaya ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ibu sehat yang memproduksi banyak ASI dari yang dibutuhkan bayi , mampu menjual sebagian ASI nya melalui beberapa situs web ibarat Craigslist dan onlythebreast.com. Harga dimulai dari USD 1 hingga USD 2 ,50 per ons. Jika diakumulasikan dalam setahun , pendonor dapat meraup uang sebesar USD 23.000 (Rp 302 juta).

1. Sel Telur

(foto: blogspot.com)

Sel telur perempuan mampu dijual dengan harga lebih mahal dari hasil penjualan sperma pria. Hal itu dikarenakan sel telur memiliki sifat yang lebih invasif dan pemulihan yang cukup lama.

Perempuan yang mendonorkan sel telurnya mampu menerima uang hingga USD 8.000 (Rp 105 juta) per siklus. Setiap siklus biasanya memakan waktu empat ahad dan diharapkan istirahat selama tiga bulan untuk pemulihan kembali.