Kelahiran bayi itu menarik seorang pemuka agama Islam di Nigeria, Ustaz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed , datang ke Lgos keesokan harinya (Senin, 14 Mei 2012). Kedatangannya itu untuk sebuah upacara dukungan nama bagi bayi yang beru sehari lahir itu. Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo yaitu nama yang diberikan sang ulama untuk bayi itu. Bahkan, sang ibu yang awalnya beragama Kristiani, juga turut mengganti namanya dari Kikelomo Ilori menjadi Sharifah. Kelahiran bayi ini juga mengajak sang nenek untuk memeluk agama Islam. Ustaz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed juga memperlihatkan sebuah ceramah singkat bahwa kelahiran bayi tersebut dengan memeluk Al-Quran merupakan sebuah bukti kebesaran Allah. Dan juga, ia menjelaskan bahwa bayi tersebut bukanlah nabi, alasannya menyerupai dijelaskan dalam agama Islam bahwa Nabi Muhammad SAW yaitu nabi penutup, dan tidak ada lagi nabi setelah beliau. Kontroversi pun merebak dengan lahirnya Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo. Beberapa pihak menganggap kejadian ini yaitu mustahil belaka. Namun, kejadian bayi yang lahir dengan beberapa tanda kekuasaan Tuhan bukan gres kali ini saja terjadi. Tentu saja yang saya maksud yaitu ketika Nabi Isa AS lahir ke dunia dari rahim Siti Maryam. Anehnya, Maryam mengandung bayinya tanpa menikahi seorang pria. Orang-orang pun mencemooh Maryam sebagai seorang wanita lacur yang hamil tanpa suami.
Ketika pertanyaan orang-orang itu semakin memojokkan Maryam, maka Nabi Isa yang masih bayi itu dengan ijin Tuhan mampu berbicara,“Sesungguhnya saya ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menimbulkan saya seorang nabi. Dan Dia menimbulkan saya seorang yang diberkati di mana saja saya berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama saya hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan biar dilimpahkan kepadahu, pada hari saya dilahirkan, pada hari saya meninggal dan pada hari saya dibangkitkan hidup kembali. ” (QS. Maryam: 30-33).