Zona1000.com - Banyak orang mengatakan, terutama orang renta tentunya, jikalau kebanyakan bermain sosial media menyerupai Facebook, Instagram, Twitter dll tidak baik bagi seseorang. Waktu-waktu berharga mampu terlewat tanggapan terlalu sibuk sosmed-an. Namun penelitian terbaru yang diunggah di Jurnal "Personality and Social Psychology" menyatakan jikalau hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Penelitian yang mengikutsertakan 2000 orang dalam 9 jenis eksperimen mengambarkan jikalau mereka yang suka memfoto apapun lebih bahagia ketimbang yang tidak mengabadikannya.
"Ini yaitu penelitian mendetail pertama yang menginvestigasi bagaimana mengabadikan foto mensugesti tingkat kebahagiaan dari aktivitas mereka," ujar Kristin Diehl, ilmuwan dari University of Southern California ketua penelitian tersebut.
Mereka yang doyan berfoto dikala sebuah program juga diklaim lebih menikmati program tersebut. Akan tetapi, penelitian ini menunjukkan jikalau perlengkapan yang dipakai untuk memotret 'mengganggu', menyerupai kamera terlalu besar atau sulit digunakan, maka kebahagiaan itu akan sirna.
Nah, penelitian ini lah yang kemudian menjadi dasar gres untuk melihat sisi lain kecanduan sosial media, khususnya Instagram yang memang berbasis foto. Apabila menghabiskan waktu dengan mengambil foto di setiap kesempatan mampu membuat orang bahagia, tentunya para Instagram mania lebih bahagia dari orang lain. Bagaimana menurut Anda?
Perkembangan media umum di Indonesia sangat begitu cepat. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet. Menariknya, berdasarkan data dari Global Web Index, hampir semua media umum dimiliki oleh pengguna internet di negeri ini. Tak terkecuali bagi remaja yang gres usia 13-15 tahun. Penggunaan media sosial ini menyerupai dua mata pisau. Bisa menguntungkan dengan beragam info dan juga sebaliknya.
Terkadang, pengguna internet dengan rentang usia itu, terlalu blak-blakan memperlihatkan info mengenai diri sendiri. Masih polos dan belum tahu aturan-aturan bergaul di ranah media sosial.
Ilustrasi kecanduan jejaring sosial 2015
Oleh alasannya yaitu itu, banyak kasus terjadi yang bermula dari media sosial, mulai dari pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, pencemaran nama baik, penghinaan, dan lain sebagainya. Nah, kehidupan di media umum dengan kehidupan nyata, tak ada yang berbeda, tetap wasapada terhadap semua orang menjadi kuncinya.
Berikut hal yang mendasar dan perlu diketahui dikala bergaul di media sosial:
Baca Juga :
1. Pasang profil diri secukupnya
Memasang profil diri secukupnya saja, tidak per terlalu lengkap menyerupai alamat rumah/sekolah, nomor telepon, dan sebagainya. Karena hal itu rentan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak memiliki niat baik.
2. Waspada dikala pertemuan face to face
Sebaiknya tetap mewaspadai ketika akan mengadakan pertemuan offline dengan seseorang yang gres pertama kali dikenal lewat internet. Kalaupun memang harus bertemu, ajak beberapa sahabat atau anggota keluarga yang lebih remaja untuk menemani dan lakukan pertemuan di daerah publik yang ramai.
3. Pasang foto profil yang pantas
Perhatikan pula foto-foto yang dipasang. Jangan memajang foto yang kurang pantas, karena hal itu berpotensi disalahgunakan oleh orang lain sehingga berdampak merugikan diri sendiri.
4. Lebih selektif mendapatkan pertemanan
Misalnya di Facebook, ketika akan melaksanakan penerimaan sahabat atau mengajak pertemanan, alangkah baiknya melihat mutual friend dari orang yang mengajak pertemenan. Semakin banyak sahabat yang kenal dengan dia, tentu akan relative aman untuk berkenalan dengan orang tersebut.
5. Sebelum posting status, pikirkan lagi!
Apa yang ditulis di situs jejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersebar luas. Dampaknya mampu merugikan diri sendiri atau pihak lain. Sangat memungkinkan berujung pada tuntutan hukum.
