Thursday, January 4, 2018

10 Pembalap Formula 1 Terbaik Sepanjang Sejarah

10. Jack Brabham (AUS)

Jack Brabham, juara dunia 3 kali yang dimenanginya pada tahun 1959, 1960 dan 1966. Dia balapan sebanyak 128 kali dalam masa 15 tahun karirnya, memenangkan 14 dari jumlah balapan tersebut dan berhasil 31 kali naik podium. Kemenangan pada tahun 1966 sangat spesial baginya sebab beliau memenangkannya menggunakan kendaraan beroda empat sendiri.

9. Nelson Piquet (BRA)

Pembalap formula lain yang berhasil memenangkan juara dunia 3 kali semuanya pada tahun 1980. Dalam 207 kali balapannya beliau mencatat 23 kemenangan dan 60 podium. Ayah dari Nelson Piquet Jr ini memenangkan total 481.5 point dalam karirnya.

8. Alberto Ascari (ITA)

Beberapa orang berdebat bahwa Alberto tidak pantas untuk masuk dalam daftar beberapa lainnya mengatakan bahwa beliau pantas menerima yang lebih tinggi. Walaupun hanya mengikuti 33 balapan beliau berhasil memenangkan juara dunia 2 kali. Alasan utama beliau berada dalam daftar ialah tingkat persen kemenangannya. Dia menang 13 dari 33 balapannya dan juga berhasil 17 podium.

7. Niki Lauda (AUS)

1 lagi pembalap yang berhasil mendapat juara dunia 3 kali dengan 9 tahun diantara juara dunia pertamanya dengan yang terakhir. Dia menang 25 dari 177 balapannya, finish di podium 54 kali. Dia menggunaan 5 manufaktur yang berbeda dengan 2 juara ketika di Ferrari dan 1 lagi ketika di McLaren.

6. Sir Jackie Stewart (SCO)

Di sebut sebagai “The Flying Scott” ialah juara dunia 3 kali (lagi?). Semua juara dunianya didapat pada tahun 1969, 1971 dan 1973. Dia memenangkan 27 dari 100 balapannya dan berhasil naik podium 43 kali yang berarti beliau berhasil finish 3 teratas dalam 47% dari balapannya. Dia ialah satu-satunya yang menang juara dunia memakai kendaraan beroda empat buatan perancis.

5. Jim Clark (SCO)

Pembalap yang besar lengan berkuasa di eranya. Dia merupakan pendahulu dari Jackie Stewart, menang juara dunia pada tahun 1963 dan 1965. Dia meninggal ketika kecelakaan pada tahun 1968 ketika balapan di jerman ketika setelah 8 tahun balapan. Tanpa kecelakaan beliau mungkin dapat menambah juara dunianya 2 kali lagi. Dia menang 25 dari 73 balapan dan menerima dirinya podium 32 kali.

4. Alain Prost (FRA)

Juara dunia 4 kali hanya 2 orang yang pernah menang lebih dari Alain Prost. Dia mempunyai rival terkemuka yaitu Ayrton Senna sobat setimnya di McLaren. Dia menang 51 dari 202 balapannya, dengan 106 penampilan di podium. Point selama beliau bertanding ialah point tertinggi kedua di sejarah F1. 51 kemenangannya juga merupakan total kemenangan tertinggi kedua di sejarah F1.

3. Juan Manuel Fangio (ARG)

Superstar pertama di Formula 1, Fangio mendominasi 1950s dengan memenangkan 5 juara dunia dalam dekade tersebut. Dia mencatat 5 juara duina tersebut selama 46 tahun dengan menggunakan 5 tim yang berbeda, Alfa Romeo, Maserati, Mercedez dan Ferrari masih bertahan hingga ketika ini. Dia memenangkan 4 kali dalam berturut-turut (1954-1957) dan memenangkan hampir setengah dari balapan yang beliau ikuti (24 dari 52). Dia juga naik podium 35 kali.

2. Ayrton Senna (BRA)

Pembalap terakhir yang meninggal ketika mengandarai kendaraan beroda empat F1. Senna dipertimbangkan untuk menjadi yang terbaik sepanjang masa. Kisah tragisnya disaksikan jutaan penonton eksklusif dari TV. Senna memenangkan 3 juara dunia pada tahun 1988, 1990 dan 1991. Dia memenangkan 41 dari 162 total balapannya dan mencapai podium 60 kali.

1. Michael Schumacer (GER)

Siapa yang tidak kenal Michael Schumacer ? Dominasinya dalam dunia olahraga dapat dibandingkan dengan Tiger Woods dan Roger Federer. Dia mencatat rekor juara dunia terbanyak (7 kali), kemenangan berturut turut terbanyak (5 kali), kemenangan balapan terbanyak (91 kali), rekor lap tercepat (76), pole position terbanyak (68 kali), skor point terbanyak (1.369) dan kemengan balapan terbanyak dalam single season (13 kali).

Dia juga hanya pembalap yang menerima finish podium dalam 1 season ketika menuju kemenangan 154 podiumnya. Makara Schumi memegang 31 rekor Formula 1. Walau beliau pembalap yang kontroversial tetap beliau ialah pembalap yang tangguh.