1. Gunung Tambora, Indonesia (92.000 tewas)


Gunung Tambora ialah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar semenjak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km).
Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan final hayat hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000-12.000 di antaranya terbunuh secara pribadi akhir dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan hingga 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan sebab berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.
Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa demam isu panas sebab perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa sebab debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan final hayat ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada kurun ke-19.
Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompei dari timur.
2. Gunung Krakatau, Indonesia (36.000 tewas)


Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, sempurna jam 10.20, meledaklah gunung Krakatau. National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu ialah yang paling besar, bunyi paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah insan modern. Suara letusannya terdengar hingga 4.600 km dari sentra letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi ketika itu.
Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Anak Krakatau sebagai ledakan yang paling ahli yang terekam dalam sejarah.
Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan bubuk vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan hingga ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya sebab letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung tempat pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan, Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk hingga 15 km ke arah barat. Keesokan harinya hingga beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7000 kilometer.
3. Gunung Vesuvius, Italia (33.000 tewas)


Gunung Vesuvius ialah satu-satunya gunung berapi aktif di Daratan Eropa yang terletak di sebelah timur Napoli, Italia. Pada tahun 79 M, letusan gunung ini menghancurkan kota Pompeii. Pompeii ialah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing bersahabat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia.
Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini menawarkan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.
Gunung ini diperkirakan telah meletus beberapa kali dan ketika ini dianggap sebagai salah satu gunung berapi yang paling berbahaya di dunia sebab terdapat penduduk sebesar 3.000.000 orang yang tinggal di dekatnya, dengan kecenderungan mereka tinggal ke arah ledakan (Plinian) letusan.
4. Gunung Mont Pelee, Prancis (29.000 tewas)


Gunung Mont Pelee ialah sebuah gunung di Prancis yang meletus dan menghancurkan Kota St. Pierre beserta 30.000 warganya pada tahun 1902. Gunung berapi itu meletus pada pagi hari dan tercatat sebagai salah satu letusan gunung terbesar yang paling banyak menjadikan korban jiwa dalam sejarah selain letusan Gunung Krakatau dan Tambora di Indonesia. St. Pierre ialah sebuah desa di Pulau Martinique dan kini menjadi daerah pariwisata.
5. Gunung Nevado del Ruiz, Kolombia (23.000 tewas)


Nevado del Ruiz ialah sebuah stratovolcano yang terletak di Kolombia. Gunung ini merupakan gunung yang terletak di episode paling utara Sabuk vulkanik Andes dan terbentang sekitar 15 mil sebelah tenggara dari Manizales, dengan kota Armero di lembah bersahabat gunung ini. Nevado del Ruiz adalah gunung tertinggi dan gunung yang terletak paling utara di Kolombia. Letusannya pada tahun 1985 memproduksi lahar yang mengubur kota dan menyebabkan final hayat sebesar 23.000 orang. Peristiwa ini disebut tragedi Armero. Nevado del Ruiz disebut juga sebagai “singa tidur” oleh penduduk setempat.
Itulah beberapa gunung api paling mematikan di era modern, gotong royong ada beberapa gunung api maha dasyat yang terjadi ribuan tahun yang lalu contohnya Toba super volcano yang memusnahkan 70% umat insan ketika itu dan Mount Batur super vulcano yang menciptakan pulau bali, dan masih banyak lagi, mengapa tidak ada didaftar? alasan satu-satunya ialah kelima gunung api inilah yang mampu dicatat oleh umat manusia, sedangkan sebelum-sebelumnya peradaban insan belum terbentuk.
oh ya, satu-satunya super vulcano yang masih tersisa ketika ini ialah "Yellow stone park" yang berada di amerika serikat, bila super vulcano itu meletus, kekuatannya hampir sama mematikan dengan Toba super vulcano yang meletus 30.000 tahun yang lalu, dan cukup untuk membelah amerika menjadi dua bagian.. hiii.. ngeri... kapan itu terjadi? no body knows..
sumber:
uniknya and