Monday, January 8, 2018

Awas, Berlebihan Mengkonsumsi Suplemen Vitamin C Dosis Tinggi Dapat Picu Katarak

Suplemen dan vitamin hanyalah bab dari gaya hidup sehat keseluruhan, bukan cara efektif tangkal penyakit. Cara terbaik ialah mendapat nutrisi dari makanan.



Perempuan yang mengonsumsi komplemen vitamin C dosis tinggi berpotensi besar mengalami resiko katarak. Riset yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition, November 2009, menyebutkan sekitar 26% dari 24.600 perempuan cendekia balig cukup akal yang telah dipantau selama 8 tahun, dan dilaporkan mengkonsumsi komplemen yang mengandung vitamin C berdosis 1.000 mg menderita katarak.

Riset yang dilakukan di Swedia itu juga mencatat, perempuan yang mengonsumsi komplemen yang mengandung vitamin C dengan dosis yang sama selama 10 tahun dan telah berusia 65 tahun atau lebih, serta sedang mengalami perubahan hormon dan berisiko lebih besar menderita katarak.

Alicja Wolk dari Karolinska Institutet in Stockholm dan koleganya menemukan relasi antara vitamin C dan katarak tidak terpaut dengan vitamin C yang bersumber dari sayuran dan buah-buahan melainkan komplemen vitamin C berdosis tinggi.

Secara keseluruhan, 59% dari perempuan berusia 49 sampai 83 tahun mengaku mereka menggunakan komplemen pengantar diet. Kemudian, 5% dari sukarelawan juga mengaku hanya mengkonsumsi komplemen vitamin C dan 9%nya mengkonsumsi multivitamin dimana mengandung 60 mg vitamin C.

Hasil riset lain menunjukan, dari 1,225 perempuan yang mengkonsumsi komplemen vitamin C tercatat 143 individu (13%) menderita katarak selama periode riset berlangsung.

Sebagai perbandingan, angka penderita katarak pada perempuan yang tidak mengkonsumi komplemen mencapai 878 dari 9.974 (9%) perempuan dan 252 dari 2.259 (11%) pada perempuan yang hanya mengkonsumsi multivitamin.

Peningkatan risiko terkena katarak pada perempuan yang mengonsumsi komplemen dan tidak mengkonsumsi komplemen terjadi selama 5 tahun, pendidikan, merokok, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan mengunakan pengobatan hormon.

Menyikapi penemuan peneliti Swedia, Wolk dan koleganya memanggil para peneliti yang terlibat guna mengonfirmasi penemuan mereka. Pemanggilan ini bertujuan untuk menginvestigasi relasi antara usia perempuan dan terapi hormon terhadap peningkatan angka penderita katarak pada perempuan.
source