Monday, January 8, 2018

(Cerita Horor) Wisata di Curug

Ini yakni kisah ihwal pengalaman kami sewaktu menginap di tempat Curug bersahabat Curug nangka di villanya sobat saya kira-kira tahun 2009 kemarin.

Singkat cerita.. Kami semua belum dewasa kompleks saya yang berjumlah 12 orang sedang berlibur iseng ke Villanya sobat saya yang berjulukan Angga. Villanya Angga lumayan besar dan enak dengan tersedianya bilyard, karaoke, bak renang, dll, pokoknya kami hingga dan bersenang-senang.

Ketika hari sudah mulai malam kami memang sedang kalem berkopi ria sambil bercerita-cerita menyeramkan wihhh... Disaat sedang bercerita-cerita temen saya yang berjulukan Adi mendengar bunyi wanita, tapi suaranya haluss sekali, nyaris tidak terdengar. Tapi ia berfikiran mungkin salah dengar.

Malamnya kira-kira pukul 21.00 kami semua sedang pengen jalan cari minuman dan makanan ke kota Bogor. Adi pun ketika melewati kebon-kebon di sekitar jalanan turun, menyerupai melihat bayangan dan suara-suara halus tersebut, tapi alasannya yakni ia dingin ia tetap saja santai. Sampai di Bogor tidaklah terjadi apa-apa malahan kami sempat-sempatnya ke sebuah rumah bau tanah di Bogor untuk sekedar test nyali walaupun yang masuk ke dalam rumah tersebut hanya 3 orang: saya, Adi dan sobat saya berjulukan Dimas.

Ketika masuk di rumah tersebut, saya mencicipi hawa yang luar biasa tidak enaknya sampai-sampai tubuh pun terasa keringat dingin. Terus saya mengajak mereka untuk keluar saja dari tempat tersebut. Karena rumah tersebut sangat bau tanah sampai-sampai di dalam rumah tersebut tumbuh sebuah pohon yang sudah lumayan besar dan tanpa penerangan sama sekali selain lampu dari handycam. Adi pun merasa badannya sudah mulai tidak enak.. kami pun memutuskan keluar dan kembali ke Villa kami di Curug. Ketika kami kembali hingga di Villa kami, semua hendak tidur di lantai atas yang memang cukup besar, semua mampu kumpul disana hehe..

Malam pun mulai larut, yang bangkit tinggal saya, Adi dan 2 orang kawan saya, kami masih bercerita-cerita ketika terdengar bunyi lemari di bawah terbuka pelann hingga berderit NGIKKKK... terus saya bertanya kepada Adi "siapa Di dibawah?", alasannya yakni takut ada rampok atau apa saya liat ke bawah tapi ternyata tak ada apa-apa hanya memang lemari dapur yang seharusnya tertutup rapat terbuka. Ketika saya hendak menaiki tangga terdengar bunyi perempuan sekilas, mendadak saya merasa bahwa disini ada penunggunya. Saya pun hingga di atas menceritakannya ke Adi. "Untung saya gak pernah liat yang gitu-gitu" kata dia..kami pun tidur.

Hari sudah larut sekali, ketika itu Adi merasa kok ada yang ga enak yah dibadan ia ketika sedang tidur, ia pun terbangun dan mendapati dirinya ternyata ada di belakang hutan dibelakang Villa yang kira-kira 2 kiloan dari Villa. Takut bukan kepalang lagi dia.. Mendadak terdengar bunyi khas tertawa yang panjang. Dia pun berlari menuju arah Villa yang kebetulan ia memang sudah hafal arahnya.

Baru jalan beberapa langkah, dari arah rerumputan semak-semak muncul perempuan dengan pakaian putih kotor bertanah-tanah sambil (ngesot) mendekati dengan muka menyeringai, matanya yang tanpa kelopak mata, mendekati sambil mengikik pelan. Tangan nya menyerupai kulit dengan tulang saja terjulur ke arah Adi.. Adi pun lari tunggang langgang sambil berteriak yang suaranya tidaklah keluar..

Tiba-tiba ternyata ia terbangun mendapati dirinya masih dilantai 2 atas dan memperhatikan sekeliling semua, belum dewasa masih ada sedang tidur fiuhh.. "Aku bermimpi pikirnya". Belum ada berapa detik ia berfikir menyerupai itu, tiba-tiba entah mengapa ia melirik ke arah tangga yang ternyata ada sesosok wanita mengambang yang ada dihadapannya sedang memunggunginya. Tak mampu berkata-kata Adi ingin rasanya berteriak tapi suaranya tak keluar dan kami pun semua sudah pulas. Sambil bergoyang menyerupai tertiup angin wanita tersebut menyerupai hendak berbalik arah menatap Adi. Adi yang sudah terpaku hanya mampu membisu sambil menahan rasa takutnya yang sudah amat sangat. Tiba-tiba disaat menyerupai itu alasannya yakni tidur diposisi yang agak pojok sebelahnya yakni dinding, persis ketika ia menatap ke wanita tersebut muncul lah 1 sosok lagi yang sepertinya tinggi kurus dengan tak ada wajahnya persis di sampingnya.. Menembus dinding dengan pelan menyerupai tertiup angin ia eksklusif mendekat, terus mendekat hingga dengan jarak 15 Centimeter ke wajah Adi, dan memegang tangan Adi dengan tangannya yang kata Adi dinginn sekali rada berangasan menyerupai sisik sambil bersuara shhhhhh...Adi pun tak kuasa lagi eksklusif mendadak gelap (pingsan mungkin).

Esoknya kami semua terbangun dan Adi masih saja (kami pikir) tertidur dan gres bangkit jam 2 siang, eksklusif berteriak dan minta tolong. Diceritakannya kepada kami ihwal yang ia alami semalam. Awalnya kami sempat tertawa-tawa, menurut kami alasannya yakni ia agak takabur bilang tidak pernah lihat yang gitu-gituan jadi ia yang dikasih liat..dan ternyata bekas tangan yang dipegangnya pun agak ke ungu-unguan bengkak. Kebetulan saya foto di handphone saya yang mampu diperlihatkan suatu ketika nanti berbentuk telapak tangan. Sekarang sih bekasnya sudah hilang setelah beberapa hari berlalu. Itulah pengalaman sobat saya Adi.

Maaf agak panjang dan mungkin agak kurang menyeramkan alasannya yakni saya ngetiknya agak terburu-buru di kantor. Setelah ini akan saya ceritakan yang di Anyer menyerupai yang saya ingin ceritakan sebelumnya.. Terima kasih untuk yang menyukai dongeng saya dan telah coment-coment positif yang membangun kita bersama..terutama untuk Admin dongeng ini thx banget

Best Regards

Ade :)