Monday, January 8, 2018

Inilah 5 hal serupa namun tak sama

1. Kodok vs Katak

Ada garis tipis yang memisahkan katak (frog) dengan kodok (toad). Jika melihat foto ini, anda mungkin beranggapan bahwa kodok yaitu sejenis katak yang disuntik steroid. Padahal keduanya yaitu hewan yang berbeda famili. Ya, berbeda.

Bagaimana membedakan kodok dan katak? Menurut ilmu perkodokan yang ada di sini. Katak itu berasal dari banyak famili, bertubuh langsing, berkulit tipis dan basah, serta punya loncatan yang jauh alasannya yaitu kaki belakangnya panjang. Sementara kodok berasal dari famili Bufonidae, bertubuh gempal, berkulit tebal dan kering, serta berkaki belakang pendek.

Kenapa kodok dan katak tergolong amfibi? Karena mereka hidup di air dan di darat. Kenapa katak mampu melompat jauh? Karena kaki belakangnya panjang dan kuat. Kenapa kodok kalau nyebrang rel kereta api juga melompat? Soalnya kalau muter jauh...

2. Kaisar vs Raja

Yang satu ini rada mbulet. Namun ekplanasi paling memuaskan yang saya dapatkan yaitu raja memimpin sebuah bangsa, sementara kaisar memimpin sejumlah bangsa. Wilayah yang dipimpin raja disebut kerajaan (kingdom), sedangkan kaisar memimpin kekaisaran (empire).

Ada kisah Alkitab yang layak jadi contoh. Raja Herodes yaitu raja Yudea, Yudea sendiri merupakan sebuah kerajaan (bangsa) yang eksis di bawah kekaisaran Romawi yang pada waktu itu dipimpin oleh Kaisar Agustus. Yudea merupakan sebuah kerajaan bagi satu bangsa, sementara itu Romawi yaitu kekaisaran yang menguasai banyak bangsa dan kerajaan, termasuk Yudea.

Contoh lainnya yaitu Kerajaan Inggris (United Kingdom), yang meliputi Britania Raya dan Irlandia Utara, juga punya istilah Kekaisaran Inggris (British Empire). Bedanya British Empire tak meliputi Britania Raya dan Irlandia Utara saja, namun juga jajahan Inggris, menyerupai India dan Kanada.

3. Psikolog vs Psikiater

Yang satu ini sempat ditanyakan sahabat saya : ke yang manakah ia harus pergi untuk mengatasi masalahnya? Tentu saja tergantung masalahnya. Keduanya profesi yang berbeda.

Psikolog yaitu hebat psikologi. Tugasnya melayani curhatan serta konsultasi psikologi. Sementara itu, psikiater yaitu dokter (barangkali alasannya yaitu sama-sama ada ‘ter’-nya). Makara psikiater itu dapat juga disebut dokter kejiwaan. Dengan demikian, tentu saja psikiater mempunyai hak memperlihatkan resep, misalnya obat anti-depressan, sementara psikolog tidak.

Perbedaan lain? psikolog itu lulusan psikologi. Sementara psikiater itu lulusan kedokteran. Apabila anda dipaksa ke psikolog barangkali anda butuh curhat, sementara jikalau anda dipaksa ke psikiater boleh jadi anda butuh treatment sakit jiwa.

4. Sinterklaas vs Santa Claus

Selama saya duduk di dingklik TK, sekolah saya kerap mengundang Sinterklaas. Dia datang naik kereta kuda didampingi dua orang piet hitam. Ternyata sosok ini bukan Santa Claus! Santa Claus dikisahkan naik kereta yang ditarik sembilan rusa dan tidak punya, ehm, budak negro.

Santa Claus yaitu sosok yang tinggal di Kutub Utara. Sementara Sinterklaas merupakan tokoh cerita Belanda yang dikisahkan tinggal di sebuah kastil di Spanyol. Keduanya memberi hadiah kepada bawah umur yang baik. Santa Claus ingin kita meninggalkan kudapan manis untuk ia tukarkan dengan hadiahnya. Sementara Sinterklaas? Kita diharuskan menaruh rumput di sepatu, menyerupai yang saya lakukan dulu, untuk kudanya. Nah, rumput itu nantinya akan ditukar dengan hadiah Natal.

Sinterklaas lebih mendominasi pasar di Indonesia, bukan Santa Claus. Oh ya, soal hukuman untuk bawah umur nakal, Santa Claus akan menukar kudapan manis dengan kerikil arang. Sementara Sinterklaas lebih sadis, ia akan menyuruh piet hitam untuk memasukkan si bandel ke dalam karung. Lucu, eh?

5. Vihara vs Klentheng

Dua hal ini sering dicampuradukkan. Vihara itu Bahasa Indonesia sementara Klentheng yaitu Bahasa Jawa, demikian sangkaan saya dulu. Namun ternyata faktanya tidak sesederhana itu.

Singkatnya, Vihara yaitu rumah ibadah umat Buddha sementara klentheng yaitu rumah ibadah umat Tridharma. Tridharma yaitu gabungan Buddha, Kong Hu Chu, dan Taoisme. Pada zaman orde baru, dua agama terakhir tadi tidak diakui pemerintah meskipun jumlah pengikutnya cukup signifikan. Akibatnya, mereka meleburkan daerah ibadahnya bersama vihara Buddha. Ketiganya menamai diri mereka dengan sebutan Tridharma (tiga ajaran).

Klentheng masih tetap eksis meskipun agama Kong Hu Chu kini sudah diakui pemerintah. Tempat ibadah khusus umat Kong Hu Chu disebut dengan istilah Lithang. Makara jangan lupa kalau melihat daerah ibadah yang serba merah meriah, besar kemungkinan itu milik umat Tridharma.