Friday, January 5, 2018

Inilah 8 Penyebab Kiamat Versi Ilmiah



Pernahkah membayangkan simpulan zaman akan ibarat apa? Bumi tidak seaman yang kita kira. Berikut delapan hal yang berpotensi menyebabkan kiamat.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan simpulan zaman di planet kita. Ilmuwan menunjukkan detail mengenai hal itu dan berikut delapan hal tersebut.

1. Serangan sinar gamma
Saat supenova meledak, ledakan itu menghasilkan sinar gamma. Jika ada ledakan erat bumi paling tidak berjarak 30 juta tahun cahaya maka kan berbahaya.

“Sinar ini dapat merusak atmosfir bumi dan menghasilkan kebakaran global, mengkremasi atmosfir dan membunuh spesies hidup tersisa dalam beberapa bulan bahkan yang hidup di bawah air sekalipun,” kata Annie McQuade, penulis buku mengenai bencana global. Untungnya, ledakan luar biasa ini jauh dari planet Bumi.

2. Virus mematikan serang manusia
Dalam buku karangan John Barnes dijelaskan bagaimana ‘virus pikiran’ dapat menghancurkan dunia. Dalam bukunya yang lain, Barnes memperkenalkan nano-reconstructor (alat yang dapat mengubah pikiran orang) dan dapat digunakan untuk memerintahkan otak untuk melaksanakan hal jahat.

Serupa, Profesor aeronautics dan astronautics di Purdue University, Barrett Caldwell mengatakan hal ini lebih dikenal sebagai ‘penyakit psikogenik masal’ di mana membuat orang terinfeksi menjadi pendiam dan terisolasi. Hingga ketika ini belum ada pemberian untuk mencegah serangan virus pikiran ini. “Contoh terkerennya ialah genosida di Rwanda,” kata Howard Davidson, fisikawan dan profesor Standford.

3. Kutub utara dan selatan bertukar tempat
Setiap beberapa ratus tahun, kutub magnet Bumi terbalik. “Masalahnya bukan terletak pada perubahan tempatnya, namun medan magnet bumi ini akan menarik radiasi matahari di sekitar kutub,” terang penulis buku Implied Spaces, Walter Jon Williams. “Jadi, kalau kutub bertukar daerah maka banyak penduduk yang akan terbakar.”

4. Semesta terus berkembang
Hal ini disebut ‘cabikan besar’. Energi gelap memaksa semesta berkembang dan menyebabkan partikel atom tidak mampu bertemu dan berinteraksi lagi. Hal ini akan menyebabkan segala materi terpisah begitu saja.

Proses ini membutuhkan waktu ribuan tahun, tidak ada cara mencegah peristiwa ini.

5. Eksperimen ilmuwan terlalu jauh
Sejarah menunjukkan, ancaman terbesar bagi insan ialah dirinya sendiri. Seiring perkembangan eksperimen manusia, mendorong munculnya ancaman bagi dunia. “Kesalahan terbesar eksperiman bukanlah eksperimennya melainkan insan yang menggunakan hasil eksperimen tersebut,” kata Williams.

6. Gunung api super meratakan planet
Gunung api super di Asia Tenggara mengkremasi India 73 ribu tahun silam dan menyebabkan demam isu hambar vulkanik selama dua dekade dan memusnahkan 75% ras manusia.

Tiga dari enam gunung api ancaman ketika ini ada di Amerika Serikat (AS) di mana gunung tersebut mungkin menyebabkan ‘bencana vulkanis’ itu.

Jika gunung itu meletus, tidak ada yang mampu menghentikannya. Letusan gunung mampu terjadi dari beberapa gunung sekaligus.

7. Komputer mengambil alih semuanya
Satu lagi katalisme ciptaan insan yang ketika ini sudah terjadi. Seiring kemajuan komputer, pada balasannya komputer akan mengambil alih semua pekerjaan manusia. Ancaman yang lebih berbahaya lagi berasal dari Artificial Intelligence (AI). “AI secara kualitatif lebih baik dari manusia,” kata McQuade. “AI dapat berguru dengan cepat dan dengan mudah melampaui ‘intelejensi’ manusia.”

8. Batuk menyebar di seluruh dunia
Salah satu penyebab paling sederhana lainnya ialah batuk. Flu mematikan dapat menyebar di seluruh dunia dengan sangat cepat. “Flu selalu menjadi ancaman kapanpun terutama penyebarannya yang cepat sekali,” kata William.

“Masalah lainnya ialah rumah sakit sekarang terlalu mengandalkan antibiotik sehingga mengabaikan prosedur sterilisasi,” tambahnya.

Untungnya, ilmuwan berhasil menyebarkan vaksin virus flu berbahaya ini. Cara paling mudah melawan potensi ini ialah menjaga kebersihan

Namun begitu, kita umat insan tak akan pernah tau kapan simpulan zaman itu akan tiba, besok, lusa, atau kapanpun itu, biar kita siap.