Friday, January 5, 2018

Inilah Alasan Mengapa Tangan Kita akan Kerikut Saat Basah

Jari-jari yang berkembang menjadi keriput saat lembap mampu jadi merupakan sebentuk penyesuaian supaya kita mampu menggenggam lebih berpengaruh dalam kondisi basah. Hipotesis tersebut disampaikan Mark Changizi, andal neurobiologi evolusioner di 2AI Labs, di Boise, Idaho, Amerika Serikat.



Hasil studi Changizi bersama koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior, and Evolution itu bertentangan dengan anggapan umum bahwa jari menjadi keriput sebab menyerap air.

Menurut Changizi, keriput pada jari yang lembap berfungsi menyerupai alur pada ban. Keriput membentuk saluran sebagai kawasan mengalirnya air saat kita menekan ujung jari pada permukaan yang basah. Inilah yang menjadikan cengkeraman jari-jari pada permukaan yang lembap menjadi lebih kuat.

Changizi bersama timnya mempelajari 28 foto jari-jari yang keriput sebab air. Tim dalam pengamatan menemukan kesamaan contoh berupa saluran panjang tak bertalian yang merupakan percabangan dari titik di atas jari.

Saat kita menekankan jari, tekanan terjadi dari ujung jari ke belakang. Berbeda dengan adegan samping jari kawasan air dapat mengalir dengan mudah, adegan datar pada jari menyerupai dataran tinggi yang merupakan kawasan air mampu menggenang.

Keriput terbentuk pada dataran ini karena, "Di situlah saluran terbentuk untuk mengalirkan air," ucap Changizi. Ia akan menguji hipotesisnya tersebut untuk melihat apakah orang yang jari-jarinya keriput dapat menggenggam lebih baik dalam kondisi basah.

sumber:
kompas