Friday, January 5, 2018

Inilah Perbedaan Antara Asteroid, Komet dan Meteorid

Menurut Near Earth Object Program NASA, asteroid merupakan benda berbatu yang ukurannya relatif kecil, tidak aktif, dan mengorbit Matahari.



Komet, juga berukuran relatif kecil namun kadang merupakan sebuah benda aktif yang menguapkan es yang dia miliki ketika terkena sinar matahari dan membentuk atmosfir (coma) yang terdiri dari bubuk dan gas. Terkadang, alasannya ialah komet bergerak cukup cepat, dia membentuk ekor yang terdiri dari bubuk dan atau gas.



Meteoroid sendiri merupakan partikel kecil yang terlepas dari komet ataupun asteroid. Dari ketiganya, asteroid merupakan benda yang paling menarik untuk dipelajari para ilmuwan.



Seperti diketahui, hingga sejauh ini, ilmuwan belum mampu memahami sepenuhnya bagaimana kehidupan awal terbuat dari zat organik yang tidak hidup, mampu tumbuh dan berkembang di Bumi. Dengan mempelajari asteroid, kita mampu mengetahui lebih banyak.

Dilansir Fox News, asteroid ibarat 2 Pallas dan 10 Hygiea, yang diyakini pernah memiliki air, tampak memiliki senyawa organik (berbasis karbon) di dalamnya.

“Saat ini, asteroid tersebut memiliki komposisi kimia yang lebih primitif dibandingkan dengan Bumi. Kondisinya serupa dengan ketika tata surya kita ketika masih gres terbentuk,” kata Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA.

“Dengan mempelajarinya, kita mampu mengetahui bagaimana kehidupan mampu muncul di planet ini,” ucapnya.

Raymond menyebutkan, ada beberapa kondisi yang mengakibatkan Bumi sangat kondusif bagi kehidupan di masa lalu. “Selain itu, ilmuwan berpendapat bahwa asteroid yang mendarat di Bumi pada zaman dahulu kala, telah menunjukkan bahan pembentuk yang membantu memulai kehidupan di planet ini,” ucapnya.

source