Monday, January 8, 2018

Inilah 'Senjata' Wanita yang Paling Ditakuti Pria

Meskipun

Meskipun digambarkan sebagai makhluk yang berpengaruh secara fisik, pria juga punya ketakutan tersendiri, apalagi jikalau sudah menyangkut soal wanita dan kekerabatan asmara. Pria mampu membisu tak berkutik, hanya alasannya dibentak atau dikritik kekasihnya.

Apa lagi 'senjata' yang dimiliki wanita, yang paling ditakuti pria dalam kekerabatan asmara? Dengan mengetahui jawabannya, Anda mampu menghindari tindakan tersebut untuk membangun dan mempertahankan kekerabatan asmara yang langgeng dan bahagia.

1. Berbicara Kasar dengan Suara Tinggi
Kata-kata pedas yang meluncur dari lisan wanita mampu jadi senjata paling mematikan bagi pria. Nada bunyi yang tinggi atau kritikan berangasan mampu membuat pria berhenti berkomunikasi dengan lawan bicaranya, atau balas bersikap berangasan alasannya merasa terintimidasi. Dikutip dari your tango, studi memperlihatkan bahwa pria akan lebih mendengarkan perkataan yang diucapkan dengan lembut dan pelan. Saat ingin membicarakan persoalan dengan kekasih, cobalah untuk bersikap diplomatif. Ucapan yang manis dan sedikit manja akan lebih menenangkan reaksi pria.

2. Kritikan dan Sikap Menghakimi
Dua musuh utama pria yakni kritikan dan penghakiman, khususnya yang datang dari wanita. Sikap yang berkesan menyudutkan, membuatnya merasa bersalah atau mengomelinya menyerupai anak kecil juga mampu melukai egonya. Saat bertengkar, jangan pernah mencaci maki kekasih Anda di depan umum, atau ia akan pergi meninggalkan Anda di tengah keramaian. Sangat penting bagi wanita untuk menciptakan suasana yang rileks, tanpa penghakiman, ketika berbicara kepada pria.

3. Dominasi
Salah satu penyebab pria takut berkomitmen alasannya sebagian besar dari mereka takut didominasi wanita, takut kehilangan kontrol akan hidupnya sendiri, dan takut tidak mendapat apa yang dibutuhkannya.

Untuk menghilangkan ketakutan tersebut, coba duduk berdua dengan pasangan dan diskusikan, hal-hal apa yang paling diharapkan Anda berdua dalam kekerabatan asmara. Hal-hal tersebut mampu berupa kebutuhan emosional, fisik dan fungsional. Putuskan apa yang mampu disepakati berdua dan apa yang harus tetap dalam teritori masing-masing.