Gara-gara agresi jogetnya menirukan lagu India berjudul Chaiyya-Chaiyya di situs YouTube, Briptu Norman Kamaru mendadak populer. Tetapi, tidak hanya populer, beliau juga terkena sanksi dari atasannya di Brimob Polda Gorontalo alasannya dianggap melanggar disiplin. Benarkah, gara-gara banyak yang membela, beliau karenanya disanksi ringan?
JIKA belum pernah menyaksikan agresi Norman yang sedang berjoget sambil duduk dikala jaga, tidak ada salahnya Anda membuka YouTube. Lalu, ketik judul Polisi Gorontalo Menggila. Maka, Anda akan terhibur agresi polisi yang bertugas di kesatuan Brimob Polda Gorontalo itu.
Cara beliau berjoget, meski dilakukan sambil duduk, persis dengan gaya Shahrukh Khan, sang penyanyi lagu berjudul Chaiyya-Chaiyya itu. Melihat gaya lipsync-nya juga menunjukkan bahwa Norman hafal dengan lagu tersebut. Karena itu, selama 6 menit 30 detik (durasi rekaman dalam YouTube itu), Anda pasti akan terhibur dan mungkin akan tertawa dengan gayanya yang kocak.
Hingga Rabu sore lalu (6/4), video agresi Norman itu sudah dibuka lebih dari 500 ribu kali. Konon, jumlah itu lebih banyak ketimbang video asli Chaiyya Chaiyya di YouTube yang dibawakan penyanyi aslinya, Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Video asli Shahrukh Khan tidak hingga 300 ribu kali dibuka.
Bagaimana ceritanya hingga muncul video itu? Ternyata, Norman merekam aksinya pada 9 Maret lalu. Saat itu, pria 27 tahun yang berdarah Gorontalo-Ambon tersebut sedang piket bersama dua rekannya, Briptu Labonsa dan Briptu Fajri. Ketiganya mulai bertugas pukul 09.00 Wita.
Saat sedang bertugas, Norman berbincang dengan Labonsa. Dalam pembicaraan itu, Labonsa sempat curhat seputar permasalahan yang beliau alami. Pascapembicaraan itu, Labonsa hanya duduk membisu sambil memainkan handphone miliknya. Labonsa yang sedang duka membuat Norman juga ikut bersedih. Dia lantas berinisiatif menghibur temannya itu.
Norman lantas meminjam HP milik Fajri. Handphone miliknya digunakan untuk memutar lagu Chaiyya Chaiyya, sedangkan HP milik Fajri untuk merekam. Maka, beraksilah Norman. Di awal aksinya, sebelum lagu mulai, Norman terlebih dahulu mengisap rokok.
Setelah Norman merekam agresi lipsync-nya, tidak berapa lama rekaman itu beredar di kalangan anggota Brimob Polda Gorontalo. Jika karenanya rekaman itu hingga beredar di YouTube, kemudian dibuka banyak orang hingga karenanya dimuat atau ditayangkan di media massa, Norman tidak menyadari. Dia gres tahu aksinya disaksikan banyak orang setelah televisi menayangkan beberapa kali.
"Saya tidak mencari popularitas. Saya hanya ingin menghibur teman," kata Norman kepada Gorontalo Post (Jawa Pos Group) kemarin (6/4).
Norman di kalangan teman-temannya memang dikenal sebagai sosok yang sering menghibur para anggota lainnya dengan bernyanyi dan bergaya ala artis India. "Kadang kala ketika kami capek selesai latihan, Norman sering menghibur kami dengan menyanyikan lagu-lagu India," ungkap beberapa rekan Norman ketika berbincang dengan Gorontalo Post (JPNN Group), kemarin.
Norman menceritakan, ketertarikannya dengan lagu India berlangsung semenjak dirinya kelas VI SD. Saat itu beliau mengoleksi penggalan CD album lagu India. Beranjak ke SMP, ketertarikannya terhadap lagu-lagu India bertambah ketika munculnya lagu Kuch-Kuch Hota Hai yang dinyanyikan Shahrukh Khan bersama Kajol.
Bahkan, tidak jarang beliau di depan kelas menyanyi dan bergoyang India. "Dari situ saya sering menghibur teman-teman dengan menyanyi lagu India. Gaya para artis India saya tonton lewat VCD," ungkap anak bungsu sembilan bersaudara pasangan Idrus Kamaru dan Halimah Martinus itu.
Mulai SD hingga menjadi anggota Polri, ketertarikan Norman terhadap lagu-lagu India tidak pernah surut. Bahkan, hingga kini beliau telah mengoleksi 65 keping CD album lagu India. Di antara 65 album lagu tersebut, lima lagu menjadi favoritnya. Di antaranya, Chaiyya-Chaiyya dan Kuch-Kuch Hota Hai.
Halimah Martinus, ibu kandung Norman, mengungkapkan bahwa semenjak kecil Norman sering bernyanyi dan bergoyang lagu India. Bahkan, kamarnya dipenuhi poster (gambar) para artis India. "Setiap ada album lagu India yang gres pasti beliau beli," ungkap Halimah.
Ketika agresi Norman banyak ditonton di dunia maya dan namanya mendadak populer, Halimah berharap semoga anaknya tidak dijatuhi sanski. "Apa yang dilakukan anak saya itu semata-semata untuk menghibur rekannya, bukan menjatuhkan citra kesatuan," ujarnya.
Lantas, apa sanksi yang dijatuhkan kepada Norman? Anggota polisi angkatan 2007 itu karenanya diberi sanksi teguran. Norman dinilai telah melanggar disiplin alasannya sesuai ketentuan, kalau dalam keadaan bertugas siaga, tidak boleh merokok, bahkan bercanda berlebihan, apalagi dikala menggunakan atribut polisi.
Hal itu disampaikan Kepala Satuan Brimob Polda Gorontalo AKBP Anang Sumpena kemarin. Sanksi teguran itu, kata Anang, berupa verbal dan tulisan. "Kami hanya menunjukkan sanksi teguran aja, tidak lebih dari itu," lanjutnya.
Anang menjelaskan, Norman dan dua rekanya, yaitu Briptu Labonsa dan Briptu Fajri, telah interogasi. Mereka mengakui tidak tahu siapa yang mengunggah video tersebut ke YouTube. Norman pun gres tahu setelah video miliknya diberitakan di sejumlah media alasannya sudah diunggah lewat YouTube.
Benarkah sanksi ringan yang diberikan kepada Norman alasannya banyak yang mendukung aksinya itu? Anang mengatakan, sebagai atasan pribadi Norman, beliau harus benar-benar bijaksana. Sebab, di sisi lain aneka macam masukan kepada dirinya selaku pimpinan Brimob Polda Gorontalo untuk tidak menghukum Briptu Norman.
"Bahkan, ada teman-teman saya dari sejumlah daerah, ibarat Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, mengaku bahwa mereka merasa terhibur dengan adanya lagu-lagu serta goyangan India yang diperankan Norman tersebut," paparnya.
Anang menambahkan, beliau harus tetap bersikap pandai dan bijaksana. Dia akan mengedepankan penilaian dari segi positif. Meski demikian, dari sedikit kesalahan yang dilakukan Norman tetap akan diberi sanksi berupa teguran dengan pertimbangan bahwa beliau tidak akan membatasi kreativitas dan bakat yang dimiliki Norman untuk dikembangkan.
"Menurut penilaian saya, Norman merupakan sosok anggota yang menjadi penghibur rekan-rekanya sesama anggota dalam kepenatan, kelelahan, dan kejenuhan setelah melaksanakan pelatihan," ujarnya.
Selain diberi sanksi teguran, Norman juga diberi sanksi lain, yaitu diminta menyanyi lagu Chaiyya Chaiyya di depan teman-temannya sambil berjoget. Ini dilakukan Norman sekitar pukul 12.00 Wita, usai selesai latihan di Markas Brimobda Gorontalo.
Didampingi atasanya, Kasat Brimobda Polda Gorontalo AKBP Anang Sumpena, Norman membawakan dua lagu india. Salah satunya "Chaiyya-Chaiyya" yang sudah jadi ngetop di dunia maya itu. Norman pun bernyanyi sambil bergaya sambil memegang mikrofon.
Dalam lagunya itu, beliau diselingi tepukan tangan dari seluruh anggota Brimob dan para pejabat teras Brimob. Mereka seakan memberi support terhadap Norman. Sesekali Norman mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat alasannya panasnya terik matahari.
source