Sunday, January 7, 2018

Lima Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa

Selalu ada pertanyaan di dalam benak kita semua: "apakah ada makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di planet lain?" kalau kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi, mungkin lima makhluk bumi di bawah ini bisa.

Untuk bertahan hidup, insan selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan menyerupai oksigen. Namun beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan karakteristik ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa.

Sekarang, mari kita lihat lima makhluk super berikut ini:

1. Cacing yang hidup di es metana

aku tahu, melihat foto di atas, kalian mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebetulnya yaitu makhluk bumi. Ya, ia membisu di antara kita.

Makhluk itu sesungguhnya yaitu seekor cacing yang hidup di lempengan es metana yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di erat pantai mexico.

Es metana yaitu sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para jago dari pennsylvania state university, penemuan cacing ini telah membangkitkan banyak sekali spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin mcmullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut berkata:
"sangat menyenangkan dikala kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan gres yang sepertinya bukan berasal dari bumi."
lalu, kalau kita menunjukkan sebuah kawasan gres baginya di angkasa luar, dimanakah kawasan yang cocok baginya?

Jawabannya yaitu di titan, salah satu bulan saturnus.

Di titan, terdapat lautan methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

2. Makhluk yang bisa hidup di ruang hampa

setelah melihat foto di atas, aku yakin, kebanyakan dari kalian akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah juga. Tapi, makhluk lucu ini bukan seekor beruang. Ia berjulukan tardigrade. Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Tetapi, jangan menilainya hanya dari ukurannya. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di bumi.

Ia memiliki satu kekuatan super.

Ia bisa masuk ke dalam kondisi membisu tepat yang disebut tun. Dalam kondisi ini, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.

Pada tahun 2008, beberapa ekor tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara.

Jadi, kalau kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya sampai menemukan kawasan berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing raksasa pemakan belerang

makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan sulfur yang dibawa oleh basil lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh sampai sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi warna merah. Ini alasannya yaitu banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Yang menarik dari cacing ini yaitu kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa mendapatkan kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah kawasan yang cocok baginya di luar angkasa?

Makhluk ini mungkin bisa hidup di venus dimana terdapat sumber sulfur yang luar biasa banyak

4. Mikroba antartika pemakan besi

darah mengalir deras di antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran sedang berlangsung?

Tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut majalah nature:
"cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis basil yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

menurut salah satu peneliti berjulukan mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana akseptor elektron hasilnya yaitu besi.
"ini yaitu pola bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal."

"life finds a way."
dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di europa, salah satu bulan jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal

5. Bakteri yang bisa bertahan dari radiasi

d. Radiodurans yaitu nama basil ini. Ia bisa bertahan dalam dosis radiasi yang seribu kali lebih berpengaruh dibanding dosis yang dapat diterima manusia.

Kemampuan ini didapatkannya alasannya yaitu sistem pemulihan dnanya yang unik.

Manusia yang mendapatkan radiasi umumnya meninggal alasannya yaitu partikel radioaktif tersebut menghancurkan dnanya. Akibatnya sistem regulasi di badan pun terhenti.

namun basil ini secara menakjubkan bisa menyusun kembali dna nya yang telah hancur.

salah satu duduk perkara yang dihadapi dikala insan mencoba untuk hidup di bulan atau mars yaitu adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika basil ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan bisa menghipnotis tubuhnya.

Jadi, kalau suatu hari kita menjelajahi angkasa luar dan planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk menyerupai ini di sana. Mungkin saja...