
Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau yakni jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, mampu melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.
Oleh alasannya yakni itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada alhasil dapat merugikan semua pihak.
Tujuan utama pukat udang yakni untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).
2. Pukat Kantong

Pukat kantong yakni jenis jaring penangkap ikan berbentuk kerucut yang terdiri dari kantong (bag), tubuh (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi ekspresi jaring, dan tali penarik (warp).
Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.
3. Pukat Cincin (purse seine)

Pukat cincin yakni jaring yang berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bab bawah jaring sehingga membentuk kerut dan mirip mangkuk.
Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.
4. Jaring Insang
.bmp)
Jaring insang yakni jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bab atas dan pemberat pada bab bawah jaring.
Dioperasikan dengan tujuan menghadang gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi.
Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan.
Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap (set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.
5. Jaring Angkat

Jaring angkat yakni suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal.
Alat ini terbuat dari nilon yang ibarat kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini ibarat kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan.
Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil.
Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat yakni skema perahu atau rakit (boat / raft lift net), skema tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).
6. Mata Pancing

Pancing yakni salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan hingga ribuan.
Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya.
Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain mirip : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).
Cara pengoperasiannya mampu di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun pribadi diulur dengan tangan.
Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.
7. Bubu

Bubu yakni salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar alasannya yakni dihalangi dengan banyak sekali cara.
Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bambu, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastik, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai tempat arus kuat, dan di tempat pasang surut.
Alat ini cenderung selektif, alasannya yakni ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai.
Contoh perangkap yakni sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.
8. Pengumpul kerang dan rumput laut

Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)
Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif, alasannya yakni ditujukan untuk menangkap target mirip kerang-kerangan.
Contoh pengumpul kerang yakni garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, pola pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan jika tidak dilakukan sesuai prosedur.
9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)