Monday, January 8, 2018

Rusia Segera Ajak Indonesia ke Ruang Angkasa

Kosmonot Rusia Yuri Gagarin berhasil melaksanakan penerbangan pertama ke antariksa Rabu, 12 April 1961. Hari ini, 12 April 2011, sempurna 50 tahun sudah momen bersejarah tersebut berlalu. Untuk memperingatinya, Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia menggelar ekspo foto dan seminar bertema "50 Tahun Masa Eksplorasi Ruang Angkasa: Yuri Gagarin dan Indonesia."


Presiden Indonesia Soekarno bersama angkasawan yang pertama Yuri Gagarin dan pemimpin-pemimpin Uni Sovet Nikita Khruchev dan Leonid Brezhnev di Kremlin (Moskow, Juni 1961)

Dalam pembukaan seminar, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander A. Ivanov Ph.D membuatkan kenangannya wacana sosok Yuri Gagarin. Ia mengatakan, dikala itu dia masih berusia 9 tahun dikala Yuri Gagarin melaksanakan penerbangan. Meski demikian, Ivanov mengaku mengingat dengan terperinci apa yang terjadi kala itu.

"Setelah Yuri terbang, orang-orang berkumpul di jalanan di Moskow, semuanya tersenyum dan tertawa," ungkapnya.

Menurut Ivanov, keberhasilan Gagarin dikala itu tak cuma membuat bahagia publik Rusia saja, tetapi juga dunia. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan Gagarin menandai semakin majunya peradaban manusia.

Dalam kesempatan itu, Ivanov juga menyampaikan beberapa foto yang dipasang di ruang Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Salah satu foto yang ditunjukkan yaitu foto Presiden Soekarno berjejer dengan Yuri Gagarin.

Soekarno bertemu dengan Yuri Gagarin pada Juni 1961, hanya 2 bulan setelah penerbangan pertama ke antariksa itu. Soekarno juga bertemu dengan Sergei Korolyov, desainer Vostok 1, pesawat yang digunakan Gagarin.

Ivanov mengatakan, foto itu menandai dekatnya relasi Rusia-Indonesia. Karenanya, dia berharap bangsa Indonesia juga mengenang hari ini sebagai peringatan kedekatan relasi Indonesia-Rusia.

"Pada awal tahun 60-an, Rusia yang waktu itu merupakan Uni Soviet dan Indonesia membuat langkah bersama untuk mengembangkan Indonesia sebagai negara yang gres saja merdeka," ungkap Ivanov. Ia berharap, kerja sama antara Rusia dan Indonesia tetap berlanjut, termasuk dalam bidang antariksa.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Yuri N Zozulya. Zozulya mengatakan, "Secara pribadi, keinginan saya pribadi, saya ingin mengirimkan kosmonot Indonesia untuk terbang menggunakan pesawat kami. Ini ibarat yang kita lakukan dengan negara lain."

Namun, dia menuturkan bahwa dia sendiri tak berhak untuk memutuskan. "Semua tergantung pada keputusan di tingkat pemerintah," katanya. Ia mengatakan, sebelumnya Rusia telah menerbangkan kosmonot asal Malaysia.

Kerja sama Indonesia-Rusia dalam bidang antariksa berlangsung dalam aneka macam bentuk. Salah satunya yaitu rencana proyek peluncuran roket antariksa dari Pulau Biak, Papua. Saat ini, rencana belum terwujud alasannya yaitu menunggu RUU Keantariksaan disahkan menjadi undang-undang.
source