Tuesday, February 20, 2018

Seorang Profesor Mengklaim Menemukan Peta Harta Karun Suku Maya

Kita selalu takjub dengan petualangan memburu harta karun menyerupai yang digambarkan dalam film Indiana Jones atau National Treasure.

Tetapi bagi Joachim Rittsteig, petualangan yang sebenarnya gres akan dimulai alasannya ialah ia mengklaim telah berhasil menemukan sebuah petunjuk yang mengarah kepada lokasi harta karun suku Maya. Ia menemukan petunjuk itu di dalam Dresden Codex yang telah berusia ratusan tahun.

Perlu dicatat jikalau Joachim bukanlah seorang pengkhayal yang terlalu banyak menonton film petualangan. Ia ialah seorang profesor Emeritus di universitas Dresden yang telah mempelajari kebudayaan suku Maya selama 40 tahun.

Ia juga hebat bahasa suku Maya dan salah satu objek penelitiannya ialah Dresden Codex yang berisi catatan-catatan mengenai kebudayaan suku Maya.

Joachim percaya jikalau pada Codex itu tersembunyi harta karun berupa emas murni seberat 8 ton. Bukan itu saja, Joachim mengklaim mengetahui lokasi persembunyian harta tersebut, yaitu di dasar danau Izabal.

Dresden Codex atau Codex Dresdensis sendiri ialah satu dari empat dokumen utama yang masih tersisa dari kebudayaan Maya.

Dokumen ini pertama kali ditulis oleh para pendeta suku Maya pada tahun 1250 Masehi. Dokumen ini memiliki 74 halaman dengan 74 hieroglyps yang berbeda. Jika direntangkan, panjangnya mencapai 3,56 meter.

Para hebat percaya jikalau dokumen ini ialah dokumen tertua yang pernah ditulis di benua Amerika.



Dresden codex ditulis diatas kertas yang terbuat dari batang pohon ara dan ditulis oleh delapan penulis yang memiliki gaya goresan pena yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka juga membahas subjek yang berbeda pula.

Ada bahasan mengenai astronomi yang memuat tabel Venus dan Bulan dengan akurasi yang luar biasa. Tabel bulan itu memiliki interval yang berkolerasi dengan gerhana. Sedangkan tabel Venus berkorelasi dengan pergerakan planet itu di angkasa.



Di dalamnya juga ada almanak, tabel astrologi, isu mengenai musim-musim, banjir, penyakit, pengobatan, rujukan keagamaan dan saran mengenai waktu bercocok tanam.

Selain itu, codex ini jugalah yang dianggap banyak orang telah memprediksikan kehancuran bumi pada tahun 2012 alasannya ialah pada bab kesudahannya diceritakan mengenai bumi yang karam oleh air yang keluar dari lisan naga.

Pertama kali Codex ini dikenal masyarakat luas ialah pada tahun 1739 ketika Johann Christian Gotze, eksekutif Royal Library di Dresden, membelinya dari kolektor langsung di Wina, Austria.

Bagaimana awalnya Codex itu mampu berada di Wina tidak diketahui dengan pasti. Namun ada spekulasi yang menyebutkan jikalau Codex itu mungkin telah dihadiahkan oleh Hernando Cortes kepada Charles I, Raja Spanyol pada waktu itu.

Seperti yang kita ketahui, Hernando Cortes ialah penakluk Spanyol yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah Mexico pada awal era ke-16, termasuk kerajaan Aztec yang berhasil dilumpuhkannya pada tahun 1521.

Setelah diperoleh oleh Gotze, pada tahun 1744, Codex itu diberikan kepada Royal Library di Dresden yang kemudian memamerkannya untuk pertama kali pada tahun 1848.

Pada perang dunia II, codex itu mengalami kerusakan serius akhir pengeboman. Dua belas halamannya rusak dan bagian-bagian lainnya hancur. Namun, usaha restorasi yang terus menerus berhasil memulihkannya sehingga mampu dipelajari sampai kini.

Siapa sangka, dokumen yang awalnya hanya dianggap bernilai sejarah ini ternyata mengandung petunjuk mengenai harta karun yang sangat berharga.

"Codex Dresden memiliki petunjuk yang mengarah kepada delapan ton emas murni." Kata Joachim Rittsteig.

Dengan disponsori oleh surat kabar Bild dari Jerman, Ia telah menyiapkan sebuah ekspedisi menuju danau Izabal, tempat yang dipercayainya menyimpan harta karun tersebut.


Joachim Rittsteig

Menurut Rittsteig, halaman 52 pada codex tersebut menyebutkan mengenai sebuah kota suku Maya yang berjulukan Atlan yang hancur oleh gempa bumi pada tanggal 30 Oktober tahun 666 sebelum Masehi. Di kota ini, mereka menyimpan 2.156 batangan emas yang dipermukaannya terukir hukum-hukum suku Maya.

Ketika kota itu hancur oleh gempa, emas-emas itu ikut karam ke dalam danau Izabal yang berada di timur Guetamala.


Citra Satelit danau Izabal

Rittsteig mengklaim telah berhasil menemukan reruntuhan kota Atlan dengan citra radar yang diambil di tempat tersebut.

Ia memperkirakan jikalau seluruh batangan emas itu bernilai sekitar 290 juta dolar Amerika. Ini jumlah yang sangat besar, bahkan untuk ukuran ketika ini. Jika harta ini ditemukan, dipastikan jikalau nilai sejarahnya akan jauh lebih berharga dibanding nilai materinya.

Selain duduk perkara harta, ada satu hal lagi yang menarik dari perkataan Rittsteig. Kalian mungkin memperhatikan jikalau nama kota suku Maya yang hancur oleh gempa bumi tersebut ialah Atlan.


Teringat dengan sesuatu?
Ya, Atlantis yang juga hancur oleh gempa bumi sekitar tahun 10.000 sebelum Masehi. Tentu saja yang membedakan kedua kota itu ialah rentang waktu kehancuran yang sangat jauh, hampir 9.000 tahun.

Jika kita tidak mampu menemukan Atlantis yang misterius itu, mungkin kita masih mampu menemukan kota Atlan yang penuh dengan batangan emas. Dan saya kira itu pun akan menjadi sesuatu yang sangat menarik.

xfile-enigma