5 Kecelakaan Kereta Maut Paling Tragis Di Dunia
5 Kecelakaan Kereta Maut Paling Tragis Di Dunia - Kejadian sedih serta tragis yang terjadi antara sebuah kereta dengan sebuah truk masih menyisakan kepedihan yang sangat dalam bagi siapapun. Dan secara mengalir hal ini juga mengarah kepada kecelakaan kereta maut yang juga pernah terjadi sebelumnya. Dan bahkan, 5 kecelakaan kereta ini dianggap kecelakaan pada kereta yang paling tragis dan angker yang pernah terjadi.
Seperti yang dilansir toptenz.net, sudah berbagai kecelakaan yang terjadi akhir kelalaian insan bahkan bencana alam. Dan sudah pasti kejadian memilukan ini pun membuat siapapun yang mendengarnya merasa miris. Semoga dengan kisah-kisah kecelakaan kereta maut yang pernah terjadi ini dapat menjadi pembelajaran biar lebih berhati-hati lagi dan mengurangi jumlah kecelakaan kereta api.
Kecelakaan Rusia
Kecelakaan kereta maut ( kereta api ) pada 4 Juni 1989 lalu yaitu kecelakaan paling mematikan dalam sejarah Rusia. Hal ini diakibatkan oleh kebocoran di pipa LPG yang menyebabkan sejumlah besar gas berada pada sebuah selokan antara kota Asha dan Ufa.
Nah, ketika itu kebetulan dua kereta api yang membawa lebih dari 1.200 penumpang berpapasan. Dan benar, kereta yang terdapat banyak bawah umur itupun menjadi korban akhir gas bocor tersebut. Kedatangan keduanya memicu ledakan yang sangat besar sampai bahkan dapat dilihat dari jarak dengan kejauhan 95 mil. Akibatnya sekitar 575 lebih orang meninggal akhir kejadian naas tersebut.
Kecelakaan India di Musim Hujan
Musim hujan dan juga sapi yang membuat kejadian naas ini terjadi di India pada tahun 1981. Yah, sebuah kereta api yang membawa sekitar 1000 penumpang terjun ke sungai Baghmati. Kondisi yang terjadi pada 6 Juni itu memang sangat mengkhawatirkan mengingat hujan yang sangat deras disertai dengan angin kencang.
Dan, ketika di atas jembatan, sang masinis terkejut dengan adanya sapi yang melintasi rel. Ia pun lantas berusaha untuk mengerem biar menghindari sapi yang berada di depannya. Namun naas, ketika mencoba untuk mengerem itulah yang menyebabkan kereta tak kuasa menahan dan tergelincir ke dalam sungai. Akibat kecelakaan Kereta maut itulah, 800 nyawa tak tertolong, dan 300 di antaranya tak ditemukan tubuhnya.
Kebakaran Kereta Mesir
Pada pukul 2 pagi tanggal 20 Februari 2002, tabung gas meledak di gerbong kelima kereta di Mesir. Dan benar saja., api dengan cepat menyebar ke gerbong lain yang ada di sekitarnya. Pada akhirnya, tujuh gerbong telah terbakar menjadi abu, dan hampir 400 orang kehilangan nyawa mereka.
Namun pihak kepolisian sempat merasa sangat kesusahan akhir beberapa mayit yang tak mampu diidentifikasi. Yah, mayat-mayat tersebut sudah terbakar dan menjadi abu. Walau dikatakan sekitar 400 orang meninggal, beberapa orang menganggap kecelakaan kereta maut ini telah merenggut setidaknya 1000 nyawa manusia.
Tentara Perancis Meninggal Saat Natal
Pada tanggal 12 Desember 1917, hampir 1.000 tentara Perancis kembali ke rumah untuk ekspresi dominan Natal. Karena kekurangan dalam akomodasi peralatan dan lokomotif, mereka dibawa dalam dua kereta yang digabungkan dan ditarik oleh hanya satu mesin. Dan dari sembilan belas gerbong kereta, hanya tiga yang memiliki rem udara otomatis, dan sisanya merupakan rem tangan manual.
Dan, ketika menuruni lembah Perancis inilah, sang masinis mulai mengerem kereta yang terlalu banyak penumpangnya. Dan benar saja, akhir banyaknya penumpang, kereta tak mampu mengurangi kecepatan dan justru menyebabkan kebakaran dan juga tergelincir. Akibat kecelakaan kereta maut ini, hanya 400 dari 1000 mayit yang meninggal berhasil diidentifikasi. Sisanya sudah menjadi bubuk dan tak berbentuk.
Tragedi Tsunami 26 Desember
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa dasar laut sebelah barat laut dari Sumatera menghasilkan tsunami raksasa yang menewaskan sekitar 280.000 orang. Dan tsunami itupun telah menewaskan lebih dari 1.500 penumpang kereta yang berjarak 217 meter dari pantai ketika gelombang pertama. Dan yah, kereta tersebut merupakan kereta dari Sri Lanka yang sedang melaksanakan perjalanan.
Pada mulanya, gelombang pertama membuat para penumpang merasa aman dan selamat alasannya berada di dalam kereta. Namun sayang, gelombang yang lebih tinggi menyerang dan membuat kereta tersebut terjatuh dan tergiling bersama ombak menuju laut. Akibatnya, banyak badan penumpang yang hilang akhir dibawa arus oleh gelombang besar dan tak ditemukan.