![]() |
| Ilustrasi (foto : huffingtonpost.com) |
Dilansir io9 , sebuah penelitian pertanda bahwa cahaya ketika tidur di malam hari ternyata menyebabkan beberapa problem pada kesehatan.
Tidur dalam keadaan gelap total dapat menurunkan tekanan darah , kadar glukosa dan suhu badan yang akan membuat tidur menajadi lebih nyenyak.
Dalam keadaan gelap , otak akan menunjukkan sinyal pada sekelompok sel di hipotalamus , di mana sel-sel ini akan menanggapi cahaya dan sinyal gelap , sel ini biasa disebut Suprachiasmatic (SCN).
Saraf optik pada mata akan menunjukkan sinyak pada SCN dan menyampaikannya ke otak untuk tetap bangkit jikalau masih ada cahaya yang terlihat oleh mata. Respon ini juga akan mensugesti proses lainnya menyerupai meningkatkan suhu badan mensugesti hormon cortisol.
Hormon cortisol relatif rendah di malam hari sehingga memungkinkan kita untuk tertidur , sedangkan pada siang hari hormon ini relatif tinggi yang memungkinkan badan untuk menstabilkan energi dan sebagai kekebalan tubuh.
Penelitian pertanda bahwa adanya paparan cahaya ketika tidur akan membuat kualitas tidur menurun. Paparan cahaya atau sinar pada ketika jam tidur dapat menurunkan kualitas tidur hingga 50%. Belum lagi kini penggunaan tablet , smartphone , lampu hemat energi yang memperburuk kualitas tidur.
Kanker menjadi salah satu efek jangka panjang ketika tidur dengan paparan cahaya. Sebuah studi pertanda bahwa selama 10 tahun terakhir 22% pengidap kanker payudara yaitu mereka yang tidur dengan paparan cahaya lampu. Hal ini dikarenakan pementingan pada melatonin yang mengganggu kerja hormon dan mempercepat pertumbuhan tumor.
Lampu yang menyala atau cahaya redup sekalipun dapat mengganggu jam tidur yang dapat menjadikan gejala depresi , malas berguru , suasana hati yang memburuk hingga terkena alzheimer.
