Wednesday, May 30, 2018

Miliarder Baik Hati Ini Akan Belikan Pulau Untuk Pengungsi Suriah

Naguib Sawiris (foto: Daily Mail)

Kematian bocah pengungsi Suriah yang ditemukan terdampar di pantai Turki rupanya telah membuat hati banyak orang tersentuh. Banyak masyarakat dunia yang merasa kasihan kepada para pengungsi Suriah yang berusaha keluar dari negaranya yang sedang dihujani peluru.

Salah satunya miliarder asal Mesir ini yang menunjukkan akan membelikan sebuah pulau di Yunani dan Italia untuk membantu ratusan ribu pengungsi Suriah. Dengan begitu mereka mampu memulai membangun negara baru.

Diumumkan di Twitter , Naguib Sawiris mengatakan , "Yunan dan Italia menjual sebuah pulau , saya akan memanggil kemerdekaan itu dan para migran dan menyampaikan pekerjaan bagi mereka membangun negara gres mereka."

Mengutip laman Daily Mail , lebih dari 2.300 pengungsi asal Suriah tewas di laut ketika mencoba melarikan diri ke Eropa semenjak bulan Januari lalu , untuk menghindari konflik di negara asalnya.

Sawiris mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia akan mendekati pemerintah Yunani dan Italia perihal rencananya itu.

Ketika ditanya apakah rencananya itu mampu bekerja , Sawiris dengan yakin menjawab rencananya tersebut mampu dilakukan.

"Tentu saja itu layak. Anda memiliki puluhan pulau yang sepi dan mampu menampung ratusan ribu pengungsi ," katanya.

Dia juga menjelaskan pulau di lepas pantai Yunani dan Italia mampu dibeli dengan harga $10 juta hingga $100 juta. Namun dia menambahkan bahwa yang paling penting ialah investasi di bidang infrastruktur.

Jika seandainya pulau-pulau itu sudah dibeli , akan ada daerah penampungan sementara , mempekerjakan para pengungsi untuk mulai membangun perumahan , sekolah , universitas , dan rumah sakit.

Sawiris mengaku rencananya tersebut mampu menghadapi beberapa tantangan , termasuk kesulitan membujuk Yunani dan Italia untuk menjual pulau mereka , serta peraturan yurisdiksi dan akhlak istiadat.

Miliarder kaya raya ini merupakan kepala direktur dari Orascom TMT , yang mengoperasikan jaringan telepon seluler di sejumlah negara di Afrika Timur dan juga Korea , serta jaringan komunikasi bawah laut. Dia juga memiliki sebuah kanal televisi di Mesir.