10. Kuwait - 79 Ton (12,3 persen dari cadangan devisa negara)

9. Thailand - 108,9 Ton (2,9 persen dari cadangan devisa negara)

8. Singapura - 127,4 Ton (2,5 persen dari cadangan devisa negara)

7. Filipina - 152,2 Ton (11 persen dari cadangan devisa negara)

6. Lebanon - 286,8 Ton (29,6 persen dari cadangan devisa negara)

5. Arab Saudi - 322,9 Ton (3,3 persen dari cadangan devisa negara)

4. Taiwan - 423,6 Ton (5 persen dari cadangan devisa negara)

3. India - 557,7 Ton (8,7 persen dari cadangan devisa negara)

2. Jepang - 765,2 Ton (3,3 persen dari cadangan devisa negara)

1. China - 1.054,1 Ton (1,6 persen dari cadangan devisa negara)

Mungkin ada yang resah dengan beberapa negara yang sebutkan diatas, kok mampu sih negara macam kuwait, singapura, arab saudi mampu punya "tabungan" emas sebesar itu, padahal mereka kan gak punya tambang emas.. hmmm... gini, sebuah negara memiliki emas gak harus punya tambang emas kan, sama kya swiss yang gak ada sebatangpun pohon coklat tapi mampu menjadi negara penghasil coklat terbesar di dunia.. itu sebab mereka membeli emas2 itu dari negara produsen emas untuk dijadikan cadangan devisa yang nantinya mampu dijual kembali
bagaimana dengan Indonesia? JIKA SAJA amrik gak borong tuh emas yang ada di freeport Papua mungkin saja Indonesia ialah salah satu daftar 10 negara diatas. yah.. mau bagaimana lagi.. no komen lah untuk urusan yang satu ini.
BTW: Gila juga yah China, "tabungan" emas sebesar itu hanya 1,6 persen saja dari total cadangan devisa negaranya.. mampu dibanyangkan kan seberapa kaya ini negara.. Huff..