Tuesday, February 20, 2018

Inilah Cara Facebook Cegah Orang Bunuh Diri



Maraknya kasus bunuh diri yang terpublikasi melalui Facebook, membuat situs jejaring sosial tersebut ikut turun tangan berupaya menyelamatkan para pelaku dengan meluncurkan sebuah fitur berupa sistem peringatan bunuh diri. Namun fitur ini gres diluncurkan Facebook di Inggris, mengingat tingginya angka kasus bunuh diri, terutama dewasa pengguna jejaring sosial di negeri kerajaan itu.

Kasus bunuh diri terbaru yang menghebohkan di Inggris dilakukan seorang dewasa berjulukan Simone Back. Sebelum mengakhiri hidupnya, Simone mengumumkan kepada 1.048 sobat Facebooknya bahwa dirinya tengah mengalami over dosis narkoba. Tak seorang pun menghiraukannya, bahkan di antara teman-temannya menduga Simone tengah membuat banyolan sampai kesannya beliau tewas dan sudah terlambat untuk menolongnya.

“Kami ingin mengingatkan setiap orang bahwa jikalau seorang sobat mengatakan kata-kata menyerupai hidup sangatlah tidak berguna, hal itu harus menjadi perhatian serius,” kata Catherine Johnstone selaku Chief Executive Samaritans. “Facebook sendiri kini telah menjadi bab dari kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar orang dan kami harus meyakinkan bahwa saat mereka online, mereka mendapat dukungan saat mereka membutuhkannya,” imbuhnya.

Dengan adanya sistem gres ini, setiap pengguna yang mengetahui tanda-tanda sobat Facebooknya akan bunuh diri, mampu melaporkannya pribadi ke lembaga santunan psikologi di Inggris, Samaritans, melalui layanan Help Centre Facebook. Di sini, mereka mampu melaporkan konten-konten berupa update status, komentar atau foto yang mencurigakan, yang diperkirakan mengandung indikasi akan melaksanakan tindakan bunuh diri. Facebook lantas akan menghubungkan Samaritans dengan orang

ruanghati