Friday, June 22, 2018

Tak Punya Kaki Kisah Gadis Yatim Piatu Ini Begitu Menginspirasi

Wang Juan (foto: Daily Star)

Wang Juan , seorang gadis arif balig cukup akal asal Henan , China , harus hidup sebatang kara tanpa kasih sayang ayah dan ibunya. Selain itu , ia juga harus berjalan dalam kehidupan ini tanpa kedua kakinya.

Meskipun demikian , ia tidak mau pasrah begitu saja dan bertekad untuk tidak membiarkan cacat fisik yang dimilikinya menghalanginya untuk menerima kehidupan yang bahagia. Buktinya , ia bisa berkuliah di sebuah universitas ternama di daerah asalnya.

Ketika masih berusia enam tahun , ia mengalami kecelakaan kendaraan beroda empat yang membuat kedua kakinya harus diamputasi. Penderitaannya tak hingga disitu , ibu Juan memilih bunuh diri sebab tak bisa lagi menahan tekanan.

Sementara itu ayahnya memutuskan untuk pergi begitu saja dan menitipkan Juan pada kakeknya. Sampai sekarang , tidak ada kabar wacana ayahnya. Yang terang , Juan harus hidup sebatang kara dengan kakek-neneknya.

Cobaan hidup Juan masih terus berlanjut. Dia harus menghadapi tekanan di lingkungannya sebab cacat fisik yang ia miliki. Dia haurs berjalan dan melaksanakan segala macam pekerjaan hanya dengan menggunakan kedua tangannya.

"Saya ingat dikala orang-orang melihat saya absurd kemanapun saya pergi. Saya harus menyesuaikan diri dengan semua itu , mendorongnya keluar dari pikiran saya ," kata Juan.

"Tetap optimis dan ramah yaitu yang terpenting. Karena hal ini saya memiliki banyak sahabat ," tambahnya.

Mengutip laman Daily Star , isu terkini panas ini Juan diterima di Shangqiu University , di Provinsi Henan , dengan mengambil jurusan administrasi sumber daya manusia.

(foto: Daily Star)

Pada awal masuk kuliah , dongeng hidup Juan yang begitu inspiratif telah menyebar layaknya virus di universitas tersebut. Banyak pelajar dan pengajar yang tersanjung dengan usaha hidup Juan.

Bahkan , pihak kampus sendiri menunjukkan kamar mandi di lantai pertama untuk memudahkan Juan. Mereka juga menunjukkan Juan beasiswa , termasuk bebas biaya kuliah , buku dan lain-lainnya , yang jikalau ditotalkan bernilai 50.000 yuan atau Rp 100 juta lebih.

"Saya tersentuh dan sangat berterima kasih bahwa banyak orang-orang baik telah menyampaikan saya uluran tangan , hanya supaya saya memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi saya ," kata Juan.

"Aku tidak pernah ingin menonjol (terkenal) sebab cacat saya , dan saya tidak ingin membuat problem kepada orang lain. Saya percaya saya akan memiliki masa depan yang cerah selama gua bekerja keras."